Solo BerCERITA

IMG_9146

Duta CERITA (Community Empowerment in Raising Inclucivity and Trust through Technologi Application) Solo memiliki kewajiban untuk melakukan follow up lanjutan dari kegiatan yang telah diikuti. Follow Up kegiatannya adalah sama persis seperti pelatihan atau workshop yang telah diikuti bersama The Habibie Center. Pada kesempatan ini saya melakukan kegiatan bersama Kak Dije dan Kak Winda. Kak Dije sebagai seorang fisioterapis dan relawan 3C (Chilhood Cancer Care) sebuah wadah yang mengumpulkan orang-orang untuk peduli terhadap anak penderita kangker. Sedangkan kak Winda sebagai individu yang peduli dibidang kerelawanan untuk anak disabilitas.

Kegiatan ini kami selenggarakan pada hari Sabtu, 14 Oktober 2017 di Harmet festifal Solo atau sebelah timur gedung Paragon Solo. Sebelum pelaksanaan kegiatan peserta kami buka secara online dengan cara mengisi form biodata diri dan kesediaan mengikuti acara sampai selesai. Dari data yang masuk terhitung sejumlah 75 pendaftar dari berbagai bidang perbedaan dan hingga akhirnya kami pilih 20 peserta. Memang peserta yang terpilih diharapkan memiliki perbedaan baik dari agama, suku, bahasa, pekerjaan, latar belakang dan sebagainya. Keistimewaan dari kegiatan ini adalah karena kami mendatangkan Salwa dan Wahyu yang dengan keterbatasannya namun memiliki beragam prestasi yang membanggakan.

Wahyu tuna netra namun berhasil menyabet prestasi lari dan catur tingkat internasional. Bahkan dirinya pernah diundang oleh acara televisi Kick Andi Show. Sedangkan Salwa dengan kekurangan fisiknya namun prestasinya bikin iri. Dirinya sebagai pelukis dan pemain musik dengan menggunakan kakiknya. Keistimewaannya tersebut berhasil membawa dirinya masuk dalam istana Negara dan bertemu dengan presiden Jokowi dan Istrinya. Serta yang paling membanggakan adalah saat acara kunjungan ke Istana adalah diminta untuk melukis mantan Presiden AS yaitu Joe Biden. Salwa juga sebagai atlet Paralympic untuk cabang olahraga renang.

Kegiatan ini diselenggarakan mulai dari 08.00-18.00 WIB dan berlangsung dengan meriah dan peserta pelatihan yang antusias untuk terlibat. Materi kami mulai dengan penandatanganan piagam cerita oleh semua peserta. Dilanjutkan dengan materi yang meliputi pengenalan diri, kartografi, metode diskusi (bermain peran), Tabloe hingga akhirnya membuat cerita. Acara berjalan dengan menganut system pembelajaran student centered (peserta yang aktif). Dengan harapan bahwa mereka dapat mengambil pesan dari setiap kegaiatan yang diikutinya. Dipertengahan acara kami datangkan tamu yang istimewa dengan prestasi yang bisa dibilang lebih WOW lagi. Dia adalah Sabar Gorky seorang tuna daksa dan pendaki gunung tertinggi dunia. Beliau kami minta utuk berbagi cerita tentang dirinya mulai dari hambatan, kekuatan, peluang dan hasil akhir yang membanggakan. Cerita dari Sabar Gorky kami jadikan sampel bagi peserta dalam penyusunan cerita.

Diakhir acara peserta kami minta untuk bercerita bersama pasangannya selama 2 menit. Setelah itu dari cerita yang disampaikan berpasangan diminta untuk mencari persamaannya. Adapun cerita dari peserta luar biasa dan benar-benar kejadian yang mereka alami. Ternyata mereka dalam hidupnya sebagai besar mengalami beragam masalah yang berhubungan dengan perbedaan dan keberagaman. Konflik yang terjadi mulai dari diri sendiri,bersama keluarga, maupun dalam komunitas/ kelompok. Mereka mengambil sisi positif dari masalah yang menimpa dirinya hingga mereka benar benar bisa bangkit. Selanjutnya di pengujung acara kami bersama-sama mengambil pelajaran dari pertemuan sehari ini. Peserta kami minta untuk memberikan testimoni dengan menggunakan Tablo dan berpesan kepada teman lain sebagai pengingat perjumpaan mereka

Portal Berita Yang Meliput:

https://www.solider.or.id/baca/3871-solo-bercerita-akomodasi-difabel-dalam-isu-keberagaman

Iklan

Menjadi Bagian Duta Cerita Solo

DSC_2425Berita gembira ketika mendapatkan terusan informasi dari whatsapp yang isinya Habibie Center mencari duta cerita Solo. Cerita merupakan singkatan dari Community Empowerment in Raising Inclucivity and Trust through Technologi Application Awal mula kemunculan cerita ini adalah keprihatinan dari Habibie Center atas semakin kuatnya isu provokasi karena adanya perbedaan agama, suku, ras dan sebagainya. Hal yang paling mencolok adalah atas kasus pilkada Jakarta yang menyita publik dengan saling menjatuhkan satu sama lain dengan membawa isu provokasi karena perbedaan.

Duta cerita dalam tahun 2017 ini merupakan perdana yang dilakukan di 5 kota di Indonesia yaitu Jakarta, Bandung, Malang, Yogyakarta, dan Solo. Untuk mengikuti program duta cerita ini tidak mudah, ada beberapa tahapan seleksi dimulai dari mengisi form data diri, mengirimkan video terkait keberagaman, serta wawancara dengan team Habibie Center. Setelah mengikuti seleksi yang banyak dan penantian menunggu hasil yang lama, akhirnya berita gembira tersebut datang dengan diterimanya Kak Sidik sebagai Duta Cerita Solo Tahun 2017. Terhitung ada 25 orang yang dinyatakan lolos sebagai duta cerita Solo yang siap menerima materi selama 3 hari di Oemah Sinten daerah Mangkunegaran Solo.

Pelaksanaan pelatihan duta cerita disebut juga TOT (training for trainer) yang mana sebagai duta harus meneruskan kembali pelatihan yang pernah didapat kepada masyrakat. Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari 28 s/d 30 diisi oleh pemateri dari luar negeri yang bernama Abdurrahman dan Steeven. Kedua pemateri yang belum begitu fasih bahasa Indonesia dibantu oleh Pak Rudi dan Bu Wulan selaku penerjemah.  Dalam pelatihan yang berlangsung sejak jam 09.00 – 17.00 WIB ini memfokuskan kegiatan pada praktek dan teori. Aspek praktek lebih menonjol dengan diadakan game, diskusi, bermain peran atau strategi pemecahan masalah yang berhubungan dengan keberagaman.

Pelatihan duta cerita mempunyai tujuan untuk menghasilkan cerita yang isinya bermuatan perbedaan namun memberikan peluang kekuatan bagi pelakunya. Makanya Habibie center juga bekerja sama dengan Google dan Youtube untuk mempublikasikan hasil cerita dari duta cerita. Nantinya duta cerita diberi tugas untuk mempublikasikan video cerita ke dalam beberapa titik peta di Indonesia. Titik di peta sebagai indikator untuk melihat penyebaran cerita yang telah terpublikasikan. Habibie Center memiliki misi semua kota di Indonesia akan ada titik cerita yang telah dibuat oleh duta cerita.

Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari ini sangat menyenangkan dan berkesan bagi semua perserta. Selain gratis, para peserta juga mendapatkan jamuan makanan dari pagi hingga malam yang cukup menggoyang lidah. Hal yang paling mengesankan bagi saya adalah dapat ikut serta dalam kegiatan Habibie Center. Lembaga yang cukup terkenal milik Presiden RI dengan kelebihannya pada bidang pesawat terbang. Adapun hasil akhir dari kegiatan ini adalah semua peserta duta cerita diminta untuk memberikan pelatihan yang serupa kepada oranglain. Peserta yang terlibat adalah mereka yang memiliki keberagaman dalam hal agama, pekerjaan, suku, ras dan sebagainya. Dengan adanya follow up kegiatan tersebut, maka akan dihasilkan cerita dari duta cerita di seluruh Indonesia yang muatannya menebar kebaikan dan kekuatan dalam keberagaman.

PROFIL CERITA HABIBIE CENTER

dcCerita merupakan singkatan dari Community Empowerment in Raising Inclucivity and Trust through Technologi Application Awal mula kemunculan cerita ini adalah keprihatinan dari Habibie Center atas semakin kuatnya isu provokasi karena adanya perbedaan agama, suku, ras dan sebagainya. Hal yang paling mencolok adalah atas kasus pilkada Jakarta yang menyita publik dengan saling menjatuhkan satu sama lain dengan membawa isu provokasi karena perbedaan.

The Habibie Center mencari 30 Duta CERITA di setiap kota untuk menjadi trainer. CERITA adalah sebuah program untuk inklusivitas yang menggabungkan storytelling, transformasi konflik dan penggunaan aplikasi digital.

Tujuan kegiatan tersebut adalah menularkan semangat pada anak muda yang aktif, berasal dari beragam latar belakang agama, ideologi, suku, budaya, golongan untuk belajar berdialog bersama, berbagi cerita tentang perbedaan dan menyebarkan virus toleransi lewat Program One Day Workshop

  1. Berusia 17-30 tahun
  2. Tertarik pada isu keberagaman, transformasi konflik & cara bercerita yang baik
  3. Komunikatif & Energik
  4. Aktif organisasi/komunitas
  5. Memiliki jaringan yang luas

Sebelum terpilih menjadi duta cerita ada syarat untuk membuat video alasan ingin tergabung menjadi duta cerita. Berikut ini videonya

Kelas Inspirasi #5 Ponorogo

21992928_1815690401778608_4357594474587375425_o

Senin, 25 September 2017 kembali menyapa anak-anak dalam gerakan kelas inspirasi nusantara. Kali ini peserta didik yang disapa adalah SD Karangpatihan 2,Pulung Kabupaten Ponorogo. Hae….hae…..hokya….! 🙂 :-:-) adalah jargon yang kita angkat untuk membangkitkan semangat anak-anak. Pada Hari tersebut dipertemukan dengan kakak relawan pengjar yang hebat yaitu kak Susi sebagai penerjemah Bahasa Jerman, kak Titin sebagai dosen , Kak Arif sebagai mekanik alat berat. Kegiatan berjalan dengan meriah dan menyenangkan saat dimulai pembukaan kelas inspirasi dengan senam baby  shark. Saat masuk kelas seperti biasa saya mengajak boneka yang bernama Mimi. Kedatangan boneka Mimi mampu menarik perhatian anak untuk mendengarkan cerita yang Kak Sidik sampaikan. Kegiatan tersebut berjalan hingga akhir acara

Stimulasi Kecerdasan Spiritual Pada Anak Usia Dini Melalui Kisah

homepageImage_en_USRINGKASAN

Kecerdasan spiritual merupakan bagian penting dalam perkembangan anak usia dini. Berkisah sebagai salah satu metode bercerita yang mengangkat kisah islami untuk dijadikan panduan bagi anak dalam merangsang kecerdasan spiritual. Metode ini relevan jika digunakan untuk anak usia dini, karena mereka dalam mengenal nilai masih menggunakan imajinasinya. Adapun dalam kisah dapat mengangkat cerita tentang kehidupan dari para Nabi, Rosul, maupun para sahabat yang memang mempunyai rekam jejak akhlak yang baik. Harapnnya hikmah atau pesan moral dari kisah tersebut dapat menginspirasi anak untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kata Kunci: Kecerdasan Spiritual, Kisah, anak usia dini

Download naskah fullpaper

DONGENG ANAK DI RADIO

20597153_1764850130195969_5452417899604676155_nHari , tanggal 20 Agustus 2017 Kali ini saya akan berbagi cerita tentang kegiatan rutin sebagai pengisi radio dengan judul dongeng anak. Kak Sidik mendapat kepercayaan sebagai pengisi acara di radio Al Manar Ponorogo dengan chanel 99,5 FM atau via streaming di www.umpo.ac.id sebagai tempat untuk berbagi cerita kepada para pendengar radio. Kegiatan bercerita on radio dilaksanakan secara rutin pada hari minggu pukul 09.00 WIB. Tema yang diangkat adalah nilai-nilai karakter yang bersumber dari agama maupun tokoh nasionalis.

Bagi saya mendongeng lewat radio merupakan pengalaman pertama, meskipun sebelumnya saya sudah siaran di televisi.  Dongeng lewat radio dan televisi memiliki perbedaan dalam hal teknis pelaksanaanya. Kalau di televise persiapan harus matang mulai dari menghafal teks, ekspresi dan variasi suara. Ketiga aspek tersebut harus matang, karena secara audio visual aksi kita diperhatikan oleh audience. Berbeda dengan radio yang hanya mengandalkan suara saja. Di radio kita bisa membawa teks namun ekspresi wajah tidak harus ekspresif.

Dongeng anak di radio Al Manar Ponorogo saya fokuskan pada permasalahan yang sering dialami anak. Saya pilih kasus yang memang perlu mendapat penanganan yang serius. Namun kami juga tidak melupakan nilai karakter yang lain. Sebagai contoh saat ini baru maraknya penurunan kecintaan membaca buku pada anak, dan mereka lebih suka membawa HP. Kasus tersebut berbeda halnya dengan menurunnya kasus kedisiplinan anak yang sering dating terlambat. Dari kedua kasus tersebut maka hal yang krusial untuk segera ditangani adalah masalah HP karena jika hal tersebut diteruskan pada dampaknya akan mengganggu aktivitas belajar anak.

Tujuan lain dari acara dongeng on radio adalah memberikan referensi bagi orangtua untuk memberikan pilihan acara yang terbaik bagi buah hatinya. Disamping itu orangtua juga dapat belajar tentang teknik bercerita yang ia dengarkan melalui radio. Dengan seringnya mendengar dongeng, diharapkan virus mendongeng tersebut dapat ditiru oleh orang tua dan dipraktekkan kepada anak-anaknya.

KELAS INSPIRASI V SOLO

IMG_8808

Sabtu 12 Agustus 2017. Bekerja boleh, bermian dianjurkan, namun jangan sampai lupa untuk berbagi. Berbagi tidak harus berupa materi dan wujudnya hal yang mewah. Cerita tentang profesi bisa kita bagikan kepada anak-anak setingkat Sekolah Dasar (SD) untuk memberikan gambaran tentang cit-citanya mereka. Seperti halnya yang saya ikuti Kelas Insiprasi ke 5 di Solo Raya yang bertempat di SD Bulakrejo 2 Sukoharjo. Kebetulan untuk tahun ini diadakan di Kota Solo, Karanganyar dan Sukoharjo.

Perjalanan menebar inspirasi saya mulai dengan menerobos jalanan yang petang dan dingin sepanjang Ponorogo- Sukoharjo. Berangkat setelah subuh (05.30 WIB) dengan motoran ceria dan tercatat sampai lokasi 07.30 WIB. Perjalanan aman dan lancar meskipun sedikit menahan rasa lapar dan dinginnya kota Gaplek Wonogiri. Sesampainya di lokasi kelas inspirasi ternyata anak-anak sudah selesai apel pagi dan masuk kelas. Para relawan sedang persiapan pengkondisian anak untuk memasangkan name tag dan cita-cita yang dipasangkan di kepala

Pukul 08.00 WIB acara menebar inspirasi lewat profesi dimulai. Pertama yang menyampaikan cerita adalah Kak Ayuk dari Semarang dengan profesi sebagai Apoteker. Kedua kak Vivi dari Sukoharjo sebagai arsitek dan desain interior. Kedua figur tersebut menyampaikan cerita kepada anak-anak sangat menarik dan terlihat antusiame. Beliau menyampaikan dengan dukungan media belajar yang berfungsi untuk menggambarkan aktivitas mereka.

Giliran ketiga tiba saatnya saya menyampaikan materi kepada anak kelas 4-6 yang jumlahnya 63. Mendapat urutan terkahir merupakan tugas besar karena harus tetap menjaga semangat anak supaya selalu ceria dan fokus pada materi. Waktu pembukaan saya beri yel-yel penyemangat dan memperkenalkan nama diri. Tentunya dengan cara bernyanyi, tepuk hingga teriak. Saat menyampaikan tentang profesi saya sebagai dosen ternyata sebagian anak-anak sudah mengetahuinya dengan  jawaban “mereka yang mengajar mahasiswa”. Untuk memperkenalkan tugas dosen yang lain, saya menggunkan model pembelajaran make a match. Memmasngkan jenis-jenis hewan berdasarkan karakteristiknya. Teknisnya semua anak saya kasihkan selembara kertas untuk menuliskan nama hewan lalu diminta untuk menempelkan sesuai karakteristik hewan tersebut.

Saya mendapat waktu untuk menyampaikan materi selama 60 menit. Pada pertemuan di akhir saya munculkan teman sejati saya yang bernama Wira. Kehadiran Wira membuat anak-anak terbahak bahak dengan cerita yang saya bawakan bersama Wira. Ciri khas WIra yang nakal, judes dan sering berbicara keliru membuat anak-anak serasa tidak mau ditinggalkan Wira. Terbukti ketika sudah 1 jam berlalu mereka masih menghendaki saya dan WIra tetap berada disitu. Saya pun harus bijaksana untuk mengakhiri segera pertemuan tersebut, karena para relawan juga harus segera menuju acara closing statement. Pesan saya untuk KI 5 SoloRaya tetap dilanjutkan semangat perjuangan menebar insipirasi dan kebaikan.