pendakian ke 4 Bromo

 

IMG_20150404_062249.jpgPendakian Keempat Gunung Bromo.Kisah ini terjadi pada Akhir 2014 bersama 8 orang berangkat dari Solo berkunjung ke Probolinggo. Malam sekitar pukul 20.00 berangkat dari jalan slamet riyadi 449 solo sudah gerimis. hasilnya baru sampai karanganyar sudah basah kuyup karena hujan deras. Maka kami urungkan niat malam itu dengan menginap di salah satu rumah teman kami di karanganyar. KAmi naik motor berempat dengan saling berboncengan. Pendakian Bromo yang baru pertama kami merasakan kesulitan karena tanpa pemandu dan semua perta ke Bromo. Cerinya lucu ketika kami berada di gurun pasir bawah gunung tengah malam jam 23.00 tanpa ada penerangan kecuali lampu motor. Kami kebingungan untuk mencari jalan menuju puncak Pananjakan yang banyak orang berkunjung kesana untuk melihat sunrise. caranya kami gunakan adalah dengan mematikan lampu motor, dan mencari jejak ban motor atau mobil. Hasilnya kami berhasil naik ke Puncak Pananjakan jam 01.00 dan mendirikan dome di atas. Ini penampakannya

 

pendakian ke 3 merbabu

IMG_20140621_074430.jpgPendakian Ketiga Gunung Merbabu.

Boyolali, 12 November 2014. Meskipun sempat putus asa dan kapok tidak akan naik gunung lagi, maka saya bantahkan ucapan tersebut. kata mengeluh itu biasanya saya ucapkan ketika lelah dalam perjalanan pendakian, tetapi setalh sampai puncak dan samapi rumah pasti beberapa hari kemudian merasa kangen dengan pendakian. Kali ini kami melakukan pendakian di gunung merbabu yang jika dibandingkan dengan gunung sebelumnya ini lebih tinggi. proses pendakiannya tentunya juga lebih lama. Kegiatan ini terjadi bersama adik kelas PGSD yang jumlahnya 20 peserta. pendakian yang saya ikuti dengan jumlah yang paling banyak. Tidak jarang banyak pemula yang ikut dalam pendakian ini. Kejadian menarik ada pemula cewekk yang belum sampai basecamp keberangkatan aja udah gak kuat dan mabuk. Selama perjalanan juga merasakan hal yang sama dengan muntah maupun mual. bayangkan belum sampai basecamp aja udah megeluh. Tetapi berkat kegigihan team maka anak yang pemula tadi bisa sukses sampai puncak. langsung ini penampakan gambarnya. berikut link videonya https://www.youtube.com/watch?v=6N39s37BrIk

 

pendakian ke 2 gunung lawu

885801_10200846934431737_286240896_oMagetan, 27 januari 2013. Gunung ini perbatasan antara jawa timur dan jawa tengah. Kali ini lanjutan dari kekangenan saya terhadap ciptaan Tuhan yang lndah dan luar biasa. Berangkat bersama 5 rombongan yang berasal dari beda universita ada yang dari UNS, UMS dan IPB. Naik via cemoro sewu pada pukul 23.00 WIB. Adapun jepretan kameranya seperti ini https://www.youtube.com/watch?v=xJG4SpNa6k4

Berbagi di kelas inspirasi trenggalek #

Berbagi bagi saya suatu keharusan, menyukai tantangan itu wajib, mengeksplore kiendahan alam indonesia itu hobi, berkumpul dengan para inspirator itu tujuan, dan berbaur dene book ki trenggalek.jpggan anak-anak itu menyenangkan. Sedikit kata untuk mendeskripsikan pengalaman saya ketika menjadi relawan pengajar di kelas inspirasi. KI begitu orang menyebut kelas inspirasi suatu gerakan yang mengajak para relawan pengajar, fasilitator, dan dokumentator untuk berbagi profesi kepada anak. Memantik semangat belajar anak, untuk dapat memiliki cita-cita dan mewujudkannya.

Kali ini saya berkesempatan KI Trenggalek kecamatan Pule. Kecamatan yang bisa dibilang dataran tinggi dan akses jalan yang cukup rumit, terjal, dan berliku. Tepatnya tanggal 22 Januari (1 hari sebelum hari inspirasi) saya sempat berniat mundur dari relawan. Alasannya cukup kompleks mulai dari belum tahu lokasinya, tidak ada teman, motor kalau musim hujan gini biasanya mogok, kerjaan di kampus menumpuk, media buat ngajar belum ada, mau pake GPS gak ada sinyal. Kekhawatiran tersebut berhasil saya singkirkan, kala melihat perjuangan para relawan lain yang saya pantau di grup whatsapp. Mereka sudah menyiapkan brefing jauh hari,  jadwal ngajar untuk saya sudah terbentuk dan bagaimana acara nanti jika saya tidak datang?. Mengingat saya sering terlibat dalam organisasi yang begitu kewalahan ketika mengundang pembicara tetapi berhalangan hadir. Harus putar otak untuk tidak mengecewakan para audience.

 

Berikut link dokumentasinya https://www.youtube.com/watch?v=ctRXje0fldU

aksi bersama istana dongeng nusantara

IMG_20141109_064315.jpgSolo 3 Maret 2015 di jalan slamet riyadi, kak sidik nuryanto mengadaakan aksi perdana bersama komunitas istana dongeng nusantara. Kegiatan di mulai pukul 06.00 dengan agenda hias diri ala pantomim dengan wajah serba putih dan diberi sentuhan tokoh. Beberapa anggota yang terlibat sekitar 15 orang yang merupakan alumni dari kuliah dongeng yang diadakan IDN. Mereka menggunakan baju serba merah sesuai kostum kebanggaan IDN. Runtutan kegiatan adalah flasmob, dongeng, sulap edukatif, dan pantomim. Pukul 07.00 sudah mulai berjalan di CFD dengan aksi flasmob sepanjang depan MAN 2 Solo sampai depan ngarsopura. DI sana aksi dilanjutkan dengan dongeng oleh para pendekar IDN. Banyak warga yang senang dan berkumpul di stand kami terutama para orangtua yang membawa buah hatinya. Aksi semakin ramai ketika sulap dan pantomim dihadirkan. Gelak canda dan tawa pengunjung membuat aksi ini semakin meriah, dan pada akhirnya kami selesaikan kegiatan pada pukul 08.30. Cukup senang karena berjalan dengan lancar dan bisa menghibur para pengunjung CFD Solo. Berikut link nya https://www.youtube.com/watch?v=yDSQA3GUYRE

 

*Berkhidmat_Untuk_Ummat*

unduhan.jpgMaaf kalo repost:*DARI JOGOKARIYAN YOGYAKARTA*
_Oleh: Ust. Salim A Fillah_ Edisi:

Faktanya..
Negeri kita memiliki lebih dari 1 juta Masjid besar maupun kecil.. // Pertanyaannya adalah..: “Berapa Masjid kah yang menjadi BEBAN bagi Jama’ah dibandingkan dengan Masjid yang MEMBERDAYAKAN Jama’ah..?” // Maka jawabannya adalah..: “Ratusan ribu Masjid membebani Jama’ah untuk listrik.. air.. dan kebersihan.. padahal pemanfaatannya hanyalah shalat dan shalatnya pun tak pernah penuh..” // Disamping itu.. // Aset Masjid berupa Jutaan meter persegi tanah dan bangunan dinilai dari aspek apapun (serasa) masih sangat tak produktif.. padahal.. soal Masjid adalah ideologi sekaligus substansi Peradaban Islam.. //

Tapi baiklah..
Kita masuk pada langkah strategis dan praktis yang ditempuh kami di Masjid Jogokariyan Yogyakarta.. // Bahwa secara sederhana.. Manajamen Masjid memiliki 3 langkah..: Yakni Pemetaan.. Pelayanan.. dan Pemberdayaan.. //

Setiap Masjid harus memiliki Peta Da’wah yang jelas.. wilayah kerja yang nyata.. dan jamaah yang terdata.. // Pendataan yang dilakukan Masjid terhadap jamaah mencakup potensi dan kebutuhan peluang dan tantangan.. kekuatan dan kelemahan.. // Kami di Masjid Jogokariyan Yogyakarta meng-inisiasi SENSUS MASJID.. yakni berupa pendataan tahunan yang hasilnya menjadi Data Base dan Peta Da’wah komperhensif.. //

Data Base dan Peta Da’wah Masjid Jogokariyan Yogyakarta tak hanya mencakup nama KK dan warga.. pendapatan.. pendidikan dll.. tetapi juga sampai pada siapa saja yang shalat dan yang belum shalat.. yang shalat di Masjid dan yang belum shalat di Masjid.. yang sudah berzakat atau belum.. yang sudah ber-qurban atau yang belum.. yang aktif mengikuti kegiatan masjid atau belum.. yang berkemampuan di bidang apa dan bekerja di mana.. pokoknya detail bingitz.. ^_^

Dari Data Base diatas kita bisa tahu..
Bahwa dari 1030 KK (4000-an penduduk sekiar masjid) yang belum shalat tahun 2010 ada 17 orang.. // Lalu bila dibandingkan dengan data tahun 2000 yang belum shalat 127 orang.. // Dari sinilah perkembangan Da’wah selama 10 tahun terlihat.. //

Peta da’wah Masjid juga memperlihatkan gambar kampung yang dirumah-rumahnya berwarna-warni.. warna hijau berarti SANGAT MENDUKUNG da’wah.. warna hijau muda berarti CUKUP mendukung Da’wah.. warna kuning berarti “netral” terhadap Da’wah.. sedangkan warna merah berarti MUSUH Da’wah.. // Di tiap rumah ada juga atribut iconik.. icon Ka’bah berarti sudah berhaji.. icon Unta berarti sudah ber-Qurban.. icon Koin berarti sudah berzakat.. icon Peci dlsb.. // Konfigurasi rumah sekampung itu juga biasa dipakai tuk mengarahkan para Ikhwah da’i yang juga sedang cari rumah.. //

Masjid Jogokariyan juga berkomitmen tidak membuat unit Usaha agar tidak menyakiti jamaah yang juga memiliki bisnis serupa.. // ini harus dijaga.. misalnya tiap pekan Masjid Jogokariyan biasa menerima ratusan tamu.. sehingga konsumsi tuk tamu di-orderkan gilir pada jamaah yang punya rumah makan.. //

Data jamaah juga digunakan tuk Gerakan shubuh Berjamaah.. // Pada tahun 2004 dibuat Undangan Cetak layaknya Undangan Pernikahan tuk Gerakan Shubuh.. // By name.. UNDANGAN: “Mengharap kehadiran Bapak/Ibu/Saudara.. dalam acara Shalat shubuh Berjamaah, besok pukul 04.15 WIB di Masjid Jogokariyan..” // Undangan itu dilengkapi hadis-hadis keutamaan Shalat Shubuh.. hasilnya..?? Silahkan mampir ke Masjid Jogokariyan untuk merasakan Jamaah Shubuh yang hampir seperti Jamaah Shalat Jum’at.. //

Sistem keuangan Masjid Jogokariyan juga berbeda dari yang lain.. // Jika ada Masjid mengumumkan dengan bangga bahwa saldo infaknya jutaan.. maka Masjid Jogokariyan selalu berupaya keras agar di tiap pengumumaan saldo-infak harus sama dengan NOL Rupiah !! // Infak itu ditunggu pahalanya tuk jadi amal shalih.. bukan tuk disimpan di rekening Bank.. //

Sebab pengumuman infak jutaan akan sangat menyakitkan jika tetangga Masjid ada yang tak bisa ke Rumah sakit sebab tak punya biaya atau tak bisa sekolah.. // Masjid yang menyakiti Jamaah ialah tragedi da’wah.. dengan pengumuman saldo infak sama dengan NOL Rupiah maka jamaah lebih bersemangat mengamanahkan hartanya.. pun kalau saldo Masjid masih jutaan ya Maaf kalau infak jamaahnya nggak semangat.. //

Wifi di masjid Jogokariyan sudah tahun 2004.. dan itu “gratis-tis” // Sehingga Jamaah baik dari anak-anak maupun dewasa tidak perlu repot-repot ke WarNet yang sangat memungkinkan mereka untuk membuka situs yang bukan-bukan.. // Kami juga menyediakan langgar olahraga atau bermain yang terdapat alat olahraga seperti tenis meja dll.. sehingga anak-anak atau remaja atau pemuda yang ingin bermain atau berolahraga di Jogokariyan bisa kerasan atau betah.. timbang “mereka” main atau ber-olahraga diluar masjid yang biasanya waktu mereka saat itu bertabrakan dengan waktu shalat.. // Dan Alhamdulillah.. biasanya kami menyediakan setidaknya 1000 piring sebagai menu buka puasa di Bulan Ramadhan.. juga secara gratis-tis untuk para Jama’ah.. //

Masjid Jogokariyan pada 2005 juga meng-inisiasi Gerakan Jamaah Mandiri.. // Jumlah biaya setahun dihitung.. dibagi 52.. ketemu biaya pekanan.. dibagi lagi dengan kapastas masjid.. lalu ketemu biaya per-tempat shalat.. // Setelah itu disosialisasikan.. Jamaah diberitahu bahwa jika dalam sepekan mereka ber-infak dengan jumlah “segitu” maka dia Jamaah Mandiri.. adapun jika berinfak lebih.. maka dia termasuk Jamaah Pensubsidi.. // Tetapi.. jika dia tidak ber-nfak atau berinfak kurang maka dia termasuk Jamaah di Subsidi.. // sosialisasi ditutup dengan kalimat..: “Doakan kami tetap mampu melayani ibadah anda sebaik-baiknya..” //

Gerakan Jamaah Mandiri Alhamdulillah sukses menaikkan infak pekanan Masjid Jogokariyan hingga 400%.. // Toh ternyata orang malu jika ia beribadah tapi disubsidi..  Demikianlah jika peta.. data.. dan pertanggungjawaban keuangan masjid transparan.. sehingga infak 1000 rupiah pun kita tahu kemana alirannya tanpa diminta pun jamaah akan berpartisipasi.. // Dan tiap kali renovasi Masjid.. Takmir Masjid berupaya tak membebani jamaah dengan Proposal.. sebab Takmir hanya pasang spanduk..: “Mohon Maaf Ibadah Anda Terganggu, masjid Jogokariyan sedang Kami Renovasi..” // Nomor rekening tertera di bawah.. //

Dan sejak tahun 2005 Masjid Jogokariyan sudah menjalankan program Universal Conference Insurance.. dimana seluruh Jamaah Masjid bisa berobat di Rumah sakit atau klinik manapun secara Gratis-tis dengan membawa Kartu Sehat Masjid Jogokariyan.. // Dan kami juga biasa memberi hibah Umroh bagi jamaah yang betul-betul rutin Jamaah Shalat Shubuh di Masjid Jogokariyan.. // Inilah beberapa output dari program Masjid Mandiri.. artinya semua yang dari jamaah akan kembali ke Jamaah.. //

Satu kisah lagi tuk menunjukkan pentingnya data dan dokumentasi.. // Masjid Jogokariyan punya foto pembangunannya di tahun 1967.. gambarnya seorang Bapak sepuh berpeci hitam.. berbaju batik.. dan sarungan sedang mengawasi para tukang pengaduk semen tuk Masjid Jogokariyan.. // Di tahun 2002/2003 Masjid Jogokariyan direnovasi besar-besaran.. kemudian foto itu dibawa kepada putra si kakek dalam gambar.. putranya seorang juragan kayu.. // Kami katakan pada Putra kakek yang ada di foto tadi..: “Ini gambar Ayahanda Bapak ketika membangun Masjid Jogokariyan, kini Masjid sudah tak mampu lagi menampung Jamaah, sehingga kami bermaksud merenovasi masjid, Jika berkenan tuk melanjutkan amal jariyah Ayahanda Bapak, kami tunggu partisipasi bapak di Jogokariyan..” //

Alhamdulillah.. foto tua tahun 1967 itu membuat yang bersangkutan nyumbang RP 1 Miliar dan MAU menjadi Ketua Tim Pembangunan Masjid Jogokariyan sampai sekarang.. // Ajib.. Foto tua yang telah dibingkai indah itu ternyata “seharga” 1 Miliar.. ^_^ So.. kapan mau ke Masjid Jogokariyan..? ^_^

Pendakian pertama Merapi

224947_583183255031622_1352748273_nccc.jpgPendakian pertama Merapi

Boyolali, 10 Desember 2012. Kata orang mendaki gunung itu mengasikkan dan menambahkan kecintaan kita kepada alam. hal ini saya buktikan dengan mencoba naik gunung Merapi. Saya langsung naik merapi, dan itu dikatakan sebagai hal yang berani karena bagi pemula itu disarankan untuk mengambil trak jalan yang tidak terlalu ekstrim seperti merapi. Terbukti pada tanggal dan hari tersebut saya bersama sejumlah 6 rombongan naik merapi lewat boyolali New Selo. Teman-teman saya berasal dari  dari alumni PGSD UNS yang berlokasi di kerten.

Saya berangkat dari Solo pukul 15.00 WIB dan samapi di New Selo Boyolali pukul 17.00. Kami dan rombongan memastikan diri badan kenyang, fit, dan kewajiban ibadah tertunaikan. Pada pukul 19.00 kami naik dai Base Camp yang ada di New Selo. Awal pendakian sudah diingiri hujan yang cukup dingin, itu kami lalui dengan mengenakan mantol dan jaket yang tebal. Dinginnya air hujan membersamai kami sampai bebebrapa jam kemudian. Dalam perjalanan kegiatan pendakian berjalan dengan lancar. Alhasil sebelum sampai pasar Bubrah kami kebingungan karena tidak membawa tenda sama sekali. Karena kami berencana besok paginya mau naik puncak setelah subuh.  Akhirnya kami tidur beralaskan jas hujan serta tanpa selimut sekalipun.

Berikut Link mya https://www.youtube.com/watch?v=q14qD8vBpTw