BERKISAH METODE PENGUATAN NILAI KARAKTER ISLAMI PADA ANAK USIA DINI

Disampaikan pada seminar nasional pendidika karakter PKN FKIP Universitas muhammadiyah ponorogo (28 Mei 2016)

Pendidikan anak usia dini tidak asing dengan istilah mendongeng maupun berkisah. Mendongeng merupakan aktivitas bercerita dengan mengangkat cerita fiktif yang berfungsi sebagai hiburan dan pendidikan karakter. Berbeda halnya dengan berkisah yang menggunakan cerita nyata untuk mempengaruhi pendengarnya supaya dapat meniru pesan moral yang terkandung di dalamnya.  Berkisah merupakan metode mengajar yang perlu dimiliki bagi setiap pendidik anak usia dini. Melalui metode tersebut dapat menanamkan nilai karakter islami sejak dini. Karakter islami merupakan nilai-nilai karakter yang bersumber dari Al Quran dan Hadist. Pada tataran anak usia dini karakter islami tidak jauh berbeda dengan nilai karakter yang disarankan oleh pemerintah. Hanya saja implementasinya lebih memfokuskan pada amalan agama Islam. Pelaksanaan penguatan karakter islami pada anak dapat dimulai dengan memperkenalkan nilai karakter melalui kisah para Nabi, Rosul maupun para sahabat. Selanjutnya mengimplementasikan nilai karakter tersebut dalam kehidupan anak baik di sekolah maupun di rumah. Sehubungan dengan hal itu maka peran guru dan orangtua sangat penting untuk memberikan teladan dan memantau keberhasilan pendidikan karakter yang diterapkan.

 Kata Kunci: Berkisah, karakter islami, anak usia dini.

Full Artikel unduh di sini

 

CAS CIS CUS METODE MENDONGENG PADA ANAK USIA DINI

Disampaikan pada seminar nasional PG_PAUD UM Magelang “optimalisasi potensi anak, revolusi belajar, dan peran aktif keluarga” (11 Mei 2016)

Mendongeng merupakan aktivitas yang sering dijumpai pada proses pembelajaran anak usia dini. Dongeng digunakan oleh pendidik atau guru dalam rangka sebagai hiburan dan penanaman nilai karakter. Seiring digunakannya dongeng dalam pembelajaran terkadang dijumpai beberapa masalah diantaranya dari pendidik maupun anak didik. Dari pendidik merasa kesulitan saat akan memulai cerita dan menutup cerita. Pada saat pelaksanaan inti mendongeng cerita yang disampaikan belum menarik perhatian anak untuk mendengarkannya. Masalah lain berasal dari anak didik yang sulit dikondisikan untuk mendengarkan cerita. Kebiasaan menebak alur cerita juga menjadi penghalang bagi pendidik, sehingga mendongeng dirasa mengalami kegagalan. Oleh karena itu perlu metode dongeng yang membantu bagi para pendidik untuk menerapkannya dan menarik perhatian anak. CAS CIS CUS merupakan metode mendongeng yang membagi tahapan mendongeng menjadi tiga bagian. Adapun tahapan tersebut yaitu CAS (Cipta Aksi Super) sebagai sarana untuk membuka dongeng dengan aksi yang menarik perhatian anak. CIS (Cipta Inspirasi Super) sebagai inti dari pelaksanaan dongeng yang didalamnya terdapat inspirasi atau nilai karakter. CUS (Cipta Usulan Super) sebagai penutup dongeng yang berisi usulan nilai karakter untuk diikuti anak.

Kata kunci: CAS CIS CUS, mendongeng, anak usia dini

Download full Artikel disini

PENDIDIKAN ANAK USIA DINI BERWAWASAN WISATA

Disampaikan pada seminar nasional PLS UNY tentang peran CSR dan Pendidikan non formal dalam pemberdayaan masyarakat (19 April 2016)

Pariwisata saat ini sudah menjadi bagian dari kebutuhan manusia. Kemunculan desa wisata sebagai dampak positif dari kebutuhan wisata yang semakin tinggi. Di sisi lain juga terdapat dampak negatif seperti kerusakan ekosistem alam, maupun kecelakaan. Kekhawatiran lain muncul dari pelaku wisata maupun wisatawan yang kurang leluasa dalam menikmati destinasi wisata karena dibebani dengan keikutsertaan anak yang masih usia dini. Mereka khawatir jika anaknya diajak kurang leluasa dan resiko kecelakaan cukup besar. Pendikan anak usia dini (PAUD) berwawasan wisata dapat ditawarkan untuk menjadi solusi atas kekhawatiran tersebut. PAUD yang terletak di kawasan wisata  secara umum memberikan pelayanan kepada para pelaku wisata maupun wisatawan disaat mereka sedang bekerja maupun berwisata. Bentuk layanan pendidikan untuk pelaku wisata mulai dari penitipan anak sampai taman kanak-kanak (TK). Adapun untuk wisatawan hanya penitipan anak. Kurikulum yang dikembangkan menggunakan alam sebagai bagian dari desa wisata, serta interpreneurship yang membekali anak usia dini dengan pengembangan wawasan kewisataan. Peran desa wisata dalam pendidikan adalah dengan adanya corporate sosial responsbility (CSR). Adapun wisatawan dapat berperan dengan cara membagikan inspirasi maupun pengalaman kepada peserta didik.

Kata Kunci: Pendidikan anak usia dini, desa wisata, wawasan wisata

Download Full Artikel disini

DONGENG KISAH ISLAMI SEBAGAI PENDIDIKAN KARAKTER PADA ANAK USIA DINI

 

Disampaikan pada seminar “internasional Conference, Islamic Education in Southeast Asia”. UIN Maliki Malang (2-3 Desember 2015)

Pendidikan karakter saat ini masih menjadi usaha yang nyata untuk membentuk anak dengan karakter yang mulia. Lembaga pendidikan dari semua tingkatannya diusahakan untuk membiasakan karakter positif pada anak. Hal itu untuk mengatasi merosotnya nilai moral yang berkelanjutan. Dalam pandangan islam pendidikan karakter ini sama halnya dengan akhlak. Adapun proses pembinaan karakter harus dimulai sejak anak usia dini yang mana masih pada masa keemasan. Dongeng sebagai metode yang tepat untuk membiasakan karakter islami pada anak. Mengingat dongeng dapat mengangkat tentang kisah fiktif maupun nyata. Kisah islami seperti Nabi, Rosul, dan para sahabat dapat dijadikan tema cerita dalam proses pembelajaran. Sehubungan hal tersebut, artikel hasil penelitian kualitatif studi kasus ini mengungkap tentang penggunaan kisah islami dalam pembentukan karakter pada anak TK Lazuardi Kamila Global Islamic School di Surakarta. Hasilnya pada tahapan moral knowing mengangkat cerita Nabi Muhammad menjadi tema utama yang setiap hari disampaikan kepada anak. Adapun untuk moral feeling dan moral action diimplementasikan pada anak dalam kegiatan sehari-hari melalui proses pembelajaran.

Kata Kunci: Dongeng kisah islami, Pendidikan karakter, Anak usia dini

Download full artikel disini

IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DENGAN DONGENG PADA ANAK USIA DINI  

 

Disampaikan pada “ seminar nasional pendidikan”  FKIP Universitas muhammadiyah ponorogo (7 November 2015)

Pendidikan karakter merupakan upaya untuk menghasilkan individu atau peserta didik yang memiliki kecerdasan akademik dan bermoral. Keberadaannya sampai saat ini masih diperlukan untuk mengatasi berbagai rendahnya nilai moral yang terus mengalami peningkatan. Lembaga pendidikan baik formal, nonformal, dan informal saling bersinergi untuk terus membiasakan anak dengan karakter yang baik. Penerapan pendidikan karakter sejak usia dini sebagai langkah yang tepat, karena merupakan masa keemasan untuk meletakkan dasar nilai karakter baik yang berguna bagi masa depannya. Dibutuhkan metode pendidikan karakter yang tepat bagi anak usia dini. Dongeng sebagai metode karakter pada anak usia dini sangat relevan, karena anak masih suka berimajinasi dalam menerima nilai moral. Sehubungan hal tersebut, artikel hasil penelitian kualitatif ini mengungkap tentang implementasi pendidikan karakter dengan dongeng di TK Lazuardi Kamila Surakarta. Hasilnya adalah implementasi nilai karakter dengan dongeng dikelompokkan dalam mengenal nilai, merasakan, dan membiasakan nilai karakter. Pada tahapan pengenalan menggunakan dongeng yang dikemas dengan cerita yang bervariasi, media dongeng, serta metode pendukung. Pada pengenalan dan pembiasaan nilai dengan pembiasaan, keteladanan, serta bermain peran.

Kata Kunci: dongeng, pendidikan karakter, anak usia dini

Download Full artikel disini

AKSI CFD WONOGIRI

 

IMG_20160515_073708.jpgMinggu, 15 Mei 2016 Kota Wonogiri menjadi saksi kemeriahan dari acara yang diselenggarakan oleh Himpaudi Wonogiri dan Istana Dongeng Nusantara (IDN). Kali ini kak Sidik Nuryanto yang kebetulan bergabung dengan Komunitas IDN ingin berbagi cerita. Tim IDN mendapat amanah untuk berbagi keceriaan bersama warga Wonogiri yang ada di Car Free Day (CFD). Adapun tema yang diusung adalah “aku anak jujur”. Sekilas bercerita tentang latar belakang “aku anak jujur” adalah berdasarkan gerakan yang memang diangkat oleh pemerintah pusat dalam membiasakan anak jujur supaya kelak tidak korupsi. Mengingat gerakan tersebut bekerja sama antara Himpunan guru anak usia dini dan Komisi Pemberantasan Korupsi. Pada intinya mengajak anak untuk terbiasa sikap jujur dan menghindari segala bentuk kecurangan maupun pencurian.

Tim IDN yang terdiri dari Kak Nasyir, Kak Jaja, Kak Syahid, Kak Yo, Kak didik, Kak Sidik, dan Kak Kris dengan seragam merahnya memulai aksi dengan Flasmob berjalan menuju depan pasar kota wonogiri. Sesampainya di lokasi kami sudah ditunggu para anak-anak PAUD yang sebelumnya telah menampilkan aksi Drumband. Anak-anak yang berjumlah sekitar 80 tampak cakep dengan seragam yang dipakainya dan poster yang bertuliskan aku anak jujur

Aksi kami gelar sejak pukul 6 pagi yang ternyata lokasi sudah padat dengan warga yang mengunjungi CFD. Kami dan kawan-kawan melanjutkan dengan serangkaian konsep yang sudah dipersiapkan yaitu Flasmob, dongeng, Senam si Kumbi. Flasmob dengan gerakan yang lucu dan energik ditampilkan Kak Yo dengan sangat meriah dan diikuti oleh para pendidik, warga dan anak-anak PAUD. Keceriaan bertambah saat Kak Nasyir mulai mendongeng Fabel dengan tokoh ular dan burung. Pesan moral yang ditermuat dalam cerita adalah tidak boleh berbohong. Selanjutnya tawa kepingkal dan keringat peserta kembali dihadirkan dengan senam dan nyanyian si Kumbi. Si kumbi  sendiri sebagai maskot dari gerakan aku anak jujur.

Semakin siang sekitar pukul 07.00 lokasi CFD tempat kami beraksi semakin dipenuhi masyarakat yang ingin menyaksikan. Di tambah lagi dengan kehadiran Istri dari Bapak Bupati (Joko) yang secara khusus ingin menyaksikan penampilan kami. Sebelumnya para warga tidak tahu jika disampingnya ada Ibu Bupati (Bunda PAUD Wonogiri) karena beliau berpakaian biasa dan tanpa pengawalan. Warga kaget seketika saat kami memanggil beliaunya untuk maju memberikan sambutan tentang acara ini. Beliau berpesan bahwa gerakan ini sebagai cikal bakal untuk mengajak anak berlaku jujur dalam segala hal. Jika anak ingin meraih cita-cita juga harus dengan sikap yang jujur, tidak suka curang, menyontek, maupun mencuri. Kesan dari Bunda PAUD bahwa sangat senang dengan kegiatan yang seperti ini karena dikemas dengan cara yang menarik dan menyenangkan. Setelah sambutan beliau juga menyempatkan diri untuk berfoto dengan anak-anak maupun para peserta lain. Acara ini selesai sekitar pukul 08. 00 dengan ucapan syukur karena berjalan dengan lancar. Berikut videonya https://www.youtube.com/watch?v=oyPQagZ0zeo

AKSI DARURAT KEBAKARAN

IMG_20150111_082450

 16 Oktober 2015 Kali ini kak Sidik Nuryanto bersama komunitas melakukan aksi bareng penggalangan dana untuk saudara korban kebakaran hutan di car free day (CFD) solo. Beberapa komunitas yang tergabung adalah dari Istana Dongeng Nusantara, Mahasiswa PG_PAUD UMS. Beberapa kegiatan yang dilakukan adalah flashmob, parade dongeng, sulap, ngaji dan pantomim. Acara dimulai pada pukul 07.00 dengan star dari MA 2 surakarta dengan aksi flashmob secara berjajar ke belakang menyusuri jalan slamet riyadi. Sambil diikuti para mahasiswa UMS yang membawa kotak untuk menampung bantuan dari para pengunjung CFD. Kemumunan warga semakin bertambah ketika dari sahabat IDN mengajak anak-anak untuk belajar sulap dan pantomim. Anak-anak ada yang masih malu dan takut ketika diajak untuk tampil di depan, namun hal itu berubah menjadi kelucuan berkat gerakan dari pantomim yang lucu. Aksi dilanjutkan dengan pantomim yang mengisahkan tentang tragedi kebakaran hutan yang selama ini terjadi. Dalam pantomim tersebut ada sekelompok orang yang sengaja menebang hutan, dan membakar hutan. Akibatnya hutan menjadi gundul dan saat musim panas rawan terjadi kebakaran. Sebagai sarana untuk menggugah para pengunjung CFD begitu beratnya beban saudara kita yang terkena musibah asap yang setiap hari menghantui diri dan keluarganya. Setiap keluar rumah mereka harus menggunakan masker supaya terhindar dari sakit paru-paru atau batuk. Aksi semakin hening saat dibacakan doa dan lantunan ayat sucu Al Quran. Sebagai bentuk muhasabah dan permohonan doa supaya Allah memberikan kesudahan dari bencana ini. Kegiatan di akhiri pada pukul 08.30 setelah sejumlah donasi berhasil dikumpulkan oleh petugas. Berikut videonya https://www.youtube.com/watch?v=-0F2mUyGLfE