Kuliah dongeng #14 Bersama IDN

14523296_1426161357398183_8288213213692931482_nIlmu adalah investasi yang tidak akan pernah habis kala itu dibagikan kepada orang lain, namun yang ada adalah berkembang pesat. Inilah yang memotivasi kak sidik nuryanto bersama tim IDN yang  mana pada kesempatan ini mengadakan kuliah dongeng di Boyolali. Kuliah dongeng ini diikuti oleh sekitar 15 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan pendidik PAUD di lingkungan Boyolali. Acaranya digelar selama dua hari pada hari sabtu-ahad tanggal 1-2 Oktober 2016 dengan memanfaatkan gedung PAUD Cerdas Ceria Kecamatan, Nogosari. Materi yang disampaikan meliputi 12 Materi termasuk di dalamnya praktek mendongeng dengan CAS CIS CUS.

Pada hari pertama digunakan dengan pemantapan teori-teori dongeng seperti misalnya teknik pantomim, olah vokal, cara mendongeng dengan CAS CIS CUS, dongeng dengan peraga, dongeng tanpa peraga, ice breaking. Setiap habis satu materi langsung praktek yang mana satu persatu peserta diajak untuk mencobanya. Hal ini untuk menguatkan mereka supaya terampil dan meminimalisir lupa. Cukup senang pada hari pertama terutama dalam hal pantomim karena bagi mereka ini hal yang baru dan belum pernah mencoba sama sekali. Dalam pelaksanaannya terkadang malu dan takut salah. Tapi kami selaku tim memberikan motivasi bahwa menjadi pendongeng itu harus totalitas dan tidak boleh ragu. Perasaan malu dan takut itu silahkan disingkirkan, karena akan semakin menghambat kita dalam berprestasi.

Hari ahadnya tanggal 2 oktober yaitu saatnya aksi praktek mendongeng. Ini kesempatan yang ditunggu bagi kami karena untuk melihat progress dari hasil pelatihan. Namun sebelum praktek dimulai masih ada materi tentang dongeng dengan peraga dan dongeng dalam pandangan pendidikan nasional. Untuk media dongeng kami dari tim sudah membagikan boneka tangan, boneka jari, wayang, media seadanya dan sebagainya. Harapnnya itu nanti bisa mendukung peserta saat prakterk. Sebelum dimulai praktek para pserta diminta untuk membuat naskah dongeng dengan metode CAS CIS CUS dengan ada awalan, isi dan penutup. Semua peserta tampil satu persatu dengan durasi 7 menit. Hasilnya pun luar biasa bagus dan cukup berkesan. Mereka semua berani tampil dengan membawakan cerita yang bermuatan moral selain itu ada muatan hiburan juga. Selanjutnya kami juga memberikan hadiah kepada 3 peserta terbaik yang telah menyajikan dongeng sesuai dengan kriteria yang kami harapkan. Di akhir pertemuan tidak lupa kami minta testimoni dari kelangsungan cara kami yang dapat digunakan sebagai hasil evaluasi. Selain itu yang tidak kelupaan adalah foto-poto dengan para paserta, penyelenggara dan pemateri.

Iklan

Aksi giat membaca bersama ARPUSDA karanganyar

14202675_1369825816365071_6225477211695633175_nMinggu 4 september 2016. Suasana minggu pagi di komplek sekitar alun-alun karanganyar tampak begitu ramai dengan kehadiran kak Sidik nuryanto bersama Istana dongeng nusantara. Kali ini kami bekerja sama dengan ARPUSDA kabupaten karanganyar untuk mensosialisasikan budaya membaca. Hal yang melatar belakanginya adalah semakin menurunnya minat baca dikalangan masyarakat. Mereka lebih tertarik pada hiburan yang langsung dapat didengarkan seperti smartphone, tablet maupun games. Kegelisahan itu juga dirasakan masyarakat karanganyar yang semakin menurunnya minat mereka untuk mengunjungi perpustakaan. Ibaratnya mengunjungi saja terkadang masih susah, apalagi jika membaca. Masyarakat yang cenderung dominan menggunakan audio dalam menerima informasi, maka kesempatan tersebut digunakan untuk meningkatkan minat baca melalui aksi yang digelar dari istana dongeng nusantara.

Kegiatan ini dimulai sejak pukul 06.00 dengan aksi pendekar IDN untuk mengumpulkan peserta khususnya anak-anak. Seperti biasa kami memakai ala pantomim dengan wajah berwarna putih dan dihiasi ornamen yang menarik. Bentuk kegiatannya adalah flasmob, pantomim,dongeng dan sulap. Adapun tema dongeng yang diambil adalah pentingnya dan manfaatnya anak-anak membaca buku. Dalam dongeng tersebut juga disampaikan bahwa banyak orang yang sukses dengan membaca yang sebagai jendela dunia. Selain itu dengan membaca kita tidak harus berkeliling dunia, namun cukup di depan buku bisa menyerap informasi yang terjadi di sekeliling kita maupun dunia.

Anak-anak cukup senang terbukti dari jumlah peserta yang selalu meningkat. Mereka senang karena ada hadiah yang diberikan bagi peserta yang bisa menjawab pertanyaan dari kami. Hasilnya para peserta pada berebut untuk maju ke depan supaya bisa mendapat hadiah. Di akhir acara sampai pukul 08.00 banyak orangtua yang memberikan respon positif terhadap kegiatan ini. Mereka sadar bahwa anaknya perlu dirangsang supaya senang dengan buku dan membaca. Dan diakhir acara ada gerakan membaca buku secara masal yang serentak dilakukan oleh peserta yang tadi terlibat dengan aksi dari istana dongeng nusantara.

SAFARI DONGENG ke PACITAN

Se14449065_1386874457993540_8860937528863097552_nnin 8 Agustus 2016. Kali ini Kak Sidik Nuryanto menyapa sahabat Istana Dongeng Nusantara di Pacitan. Tak direncanakan dan tak persiapan sebelumnya karena di luar agenda saya. Jadi tidak membawa kostum, media dongeng, maupun persiapan naskah dongeng. Mengingat tujuan ke Pacitan sebenarnya untuk berbagi inspirasi bersama anak-anak di SD sembowo 2, kecamatan Sudimoro di Kelas Inspirasi. Karena di lokasi sekitar SD ada aktivitas pembelajaran PAUD, maka terbesit ide untuk berbagi dongeng bersama anak-anak yang jumlahnya sekitar 35 anak. Tidak hanya itu, para orang tua khususnya ibu-ibu juga mendampingi anaknya. Jadi pembelajaran di sana ada 2 kegiatan yaitu pendidikan untuk anak-anak dan orangtua (parenting)

Tema dongeng yang disampaikan tentang “mandiri” mangajak anak-anak untuk berimajinasi melalui cerita. Mengajarkan anak supaya tidak cengeng, tidak bergantung pada orangtuanya, dan selalu melakukan kegiatannya secara sendiri. Anak-anak cukup terhibur  dengan dongeng yang kami berikan, terbukti banyak celetukan, senyuman dari mereka. Terlebih dongeng juga jarang digunakan pada lembaga tersebut. Tidak hanya itu mahasiswa KKN UNS yang kebetulan di situ, cukup aktif dan komunikatif ketika saya ajak untuk menjadi bagian dari alur cerita.

Sekilas tentang lokasi yang kami kunjungi ini cukup tinggi dan penuh tanjakan. Jalannya masih dipenuhi bebatuan, bahkan masih tanah liat. Saat perjalanan tidak jarang dari kami yang terjatuh, terpeleset, bahkan juga ada yang tertimpa motor sendiri karena tidak kuat menaiki tanjakan. Tapi itu semua bagi kami bukan menjadi hambatan, karena dari awal sudah kami niatkan dengan tekad yang bualat. Kami tidak punya jabatan atau pangkat yang berwewenang untuk menentukan kebijakan di negeri ini. Kami tidak punya harta untuk mengentaskan kemiskinan di negeri ini. Tetapi kami punya cerita yang harapannya bisa menginspirasi anak- anak di pelosok negeri ini

Kelas Inspirasi 4 Madiun

14610910_1421368221210830_2762424607665408118_n.jpgGelar yang rendah rendah dengan saling berbagi lebih berarti daripada gelar yang tinggi hanya untuk diri sendiri. Cuplikan kalimat sebelumnya untuk memacu para inspirator yang mana punya profesi yang dapat dibagikan kepada anak-anak di pelosok negeri ini. Profesi, gelar maupun jabatan yang mereka miliki akan lebih berarti jika dapat disampaikan kepada anak-anak supaya dapat menjadi inspirasi yang berharga bagi mereka kelak. Alhamdulillah kali ini Kak Sidik Nuryanto dapat kembali mengikuti kelas inspirasi Madiun yang ke 4. Bagi saya ini keikutsertaan Kelas Inspirasi yang ke 6 dengan lokasi yang berbeda-beda. Masih sama dengan KI sebelumnya saya mengambil peran sebagai inspirator pengajar dengan profesi dosen. Kebetulan KIMAD 4 difokuskan pada 10 Sekoah dasar di Kecamatan Kare, dan saya mendapatkan SD Cermo 3.

Hari inspirasi pada hari senin tanggal 21 Oktober 2016 saya dipertemukan dengan orang-orang hebat yang memiliki semangat juang tinggi untuk mengharapkan Indonesia yang lebih baik. Dia adalah para relawan dari Kelas inpirasi yang mana ada relawan pengajar, dokumentator, dan fasilitator. Untuk relawan pengajar ada Kak Devi (promosi kesehatan), Kak Kusno (konsultan managemen), kak Arif (pengusaha), Kak Winda (Relation Officer), Kak Desi (dosen). Untuk Fasilitator ada Kak Febri, Kak Dina, Kak Dwi rupawati. Adapun untuk dokumentator ada kak amin dan kak diah, kak rizal. Kesemuanya itu berasal dari Madiun kecuali saya dari Boyolali dan kak Rizal dari Trenggalek.

Secara geografis letak SD Cermo 3 memamg agak tinggi dan di bawah gunung Wilis. Untuk mencapai medan sekolah tidak terlalu sulit dan bisa dilalui dengan mobil maupun motor. Hanya saja jalnnya yang belom teraspal semua dan terbuat dari tanah liat. Halaman sekolah cukup luas dan belum di paving atau di semen, jadi masih tanah liat sehingga setelah hujan dan masuk ke kelas maka akan kelihatan kotornya. Maklum saja kelas sudah dikeramik warna putih. Jumlah ruangan di SD 3 Cermo masih kurang karena untuk kelas 1 dan 2 itu digabung dan kelas 3 dan kelas 4 juga demikian. Hal ini dikarenakan jumlah murid yang terbatas sehingga pemerintah enggan untuk membangunkan ruang tambahan. Jumlah murid di SD ini tidak banyak disekitaran angka 53 jadi dengan inspirator pengajar sejumlah 6 dirasa cukup.

Seperti biasa untuk penyampaian materi dari pengajar dilakukan secara rooling dengan durasi 30 menit. Kesan anak-anak sangan antusiasme dengan kegaiatan ini, terbukti mereka mau mengikuti sejumlah instruksi dari relawan pengejar. Ada yang mengajak senam, tepuk, nyanyi maupun flasmob. Pada saat mengajar saya menggunakan bantuan media boneka baru saya yang bernama Wira. Adapaun untuk media lain dengan mengurutkan angka dan warna untuk SD kelas rendah. Disamping itu saya juga sisipkan ice breaking permaianan untuk mengenalkan siapa saya, alamat saya, pekerjaan saya, manfaat pekerjaan saya bagi masyarakat, dan bagaimana jika ingin menjadi seperti saya. Dengan kehadiran Wira cukup membantu saya, karena ini menjadi daya tarik bagi anak-anak yang masih menyukai bonek. Terkadang saya selipkan dongeng untuk memotivasi anak dalam belajar untuk meraih cita-cita.

Diakhir pertemuan kami berkumpul bersama-sama di halaman sekolah. Ada guru, relawan pengajar, relawan dokumentator, relawan fasilitator dan anak-anak yang masih semangat. Kami ajak mereka untuk flasmob dengan instrument musik pinguin dan maumere. Mereka sangat senang hingga sampai mengulang 3 kali gerakan, karena saking semangatnya. Setelah itu Kami ajak mereka untuk menuliskan cita-cita mereka di pohon cita-cita yang terbuat dari Banner. Pohon itu nanti akan ditinggal di sekolahan sehingga dapat menjadi memori bagi guru dan anak-anak. Hingga akhirnya kami ajak untuk poto bersama yang diikuti letusan potongan kertas dan asap yang diguanakan untuk menyemarakkan acara cloosing ceremoni kelas inspirasi Madiun. Tunggu kami di Kelas Inspirasi selanjutnya !!!!!! Berikut Liputannya https://www.youtube.com/watch?v=HBVdKCFj010