TRAUMA HEALING KORBAN LONGSONG BANARAN, PONOROGO

IMG20170408082832Kegiatan ini digelar selama dua hari yang mana pada tanggal Sabtu, 8 April 2017 digandeng oleh Baitul Mall Hidayatullah Surakarta. Sedangkan Hari ahad 9 April 2017 bersama Madiun Mengajar. Satu pekan yang lalu tepatnya tanggal 1 April 2017 anak_anak menjadi saksi bencana alam yg telah menghilangkan harta, mainan, rumah, bahkan keluarganya. Tanah longsong begitu dahsyat menenggelamkan rumah serta harta benda mereka. Kejadian berlangsung selama tidak lebih dari 5 detik namun 28 nyawa meninggal akibat runtuhnya tanah yang ada di atas perumahan mereka.

Pada hari pertama, sabtu 8 April kak Sidik berkesempatan untuk menghibur anak-anak baik korban maupun yang terkena dampak bencana. Kegiatan dipusatkan di SD Banaran yang mana aktivitas sekolah tetap berjalan, sehingga mempermudah untuk mengumpulkan anak. Mengingat hari tersebut masih proses evakuasi pencarian korban sehingga masih banyak relawan maupun warga yang berkunjung ke Lokasi. Lokasi bencana memang saat itu berubah menjadi ramai oleh warga sehingga akses untuk mencari para korban sangatlah susah. Korban tidak difokuskan di satu titik pengungsian, namun mereka inisiatif sendiri untuk ikut terhadap keluarganya yang selamat.

Kesempatan itu jumlah anak yang terkumpul sekitar 100 an anak dari kelas 1 hingga kelas 6. Kak sidik seperti biasa menyampaikan dongeng dengan judul pentingnya belajar dan usaha keras. Dalam penyampaiannya saya memotivasi mereka tentang pentingnya usaha yang keras untuk mencapai cita-citanya. Dukungan lain selain dongeng, saya menggunakan tepuk, yel-yel maupun nyanyian yang tujuannya untuk memunculkan tawa canda dari mereka. Supaya mereka tidak terbebani lagi dengan musibah yang selama ini menimpa diri dan keluargnya.

Pada hari kedua Ahad 9 April 2017, Kegiatan masih sama yaitu trauma healing korban bencana longsor Banaran, Pulung, Ponorogo. Mengembalikan keceriaan mereka supaya bangkit, tetap semangat menatap masa depan dan mau berangkat sekolah lagi. Kali ini pesertanya lebih sedikit mengingat posisi anak yang terpencar dan hari ahad, sehingga banyak komunitas yang berdatangan dengan kegiatan serupa. Ada anak yang namanya Talita, Vida, wida, wawa, zaki, alif, dan adiknya. Menjajaki apa yang mereka cita_citakan. Serta memberinya motivasi bahwa ketika dekat dengan Allah dengan penuh semangat ikhtiar, berdoa, dan tawakal pasti ada jalan.

Link video: https://www.instagram.com/p/BSw4iQRhAzQ/?taken-by=madiunmengajar

 

Iklan