SAFARI DONGENG RAMADHAN 1438H/ 2017

19225755_1701555039858812_7407074290381389217_nRamadhan telah tiba, hore…hore hatiku gembira. Begitulah ungkapan keceriaan anak-anak ketika Ramadhan telah dimana. Dimana kedatangan bulan Ramdahan bersamaan dengan libur akhir semester genap. Jadi kegembiraan anak lengkap sudah. Mereka gembira karena semarak gebyar kegiatan Ramadhan yang sangat menyenagkan. Dimana ada kegiatan TPA, buka bersama, pesantren kilat bahkan mabit (malam bina iman dan taqwa).

Saat ramadhan kini banyak TPQ (Taman Pendidikan Al Quran) yang mulai diaktifkan selama satu bulan penuh. Tujuannya adalah untuk mengajarkan anak-anak tentang belajar membaca, menulis Al Quran. Supaya mereka mendapatkan pahala dan keberkahan dari membaca Al Quran. Alasan lain adalah untuk mengisi waktu hingga sampai adzan Magrib. Makanya jadwal TPA nya pun semakin lama yaitu sampai magrib atau saat buka puasa.

Selama bulan Ramadhan kegiatan TPQ semakin bervariasi, salah satunya adalah kegiatan mendongeng. Seperti halnya yang dilakukan oleh kak Sidik dan Wira untuk menjadi pemateri dalam kegiatan mendongeng sambil berbuka puasa. Tempatnya selalu berpindah-pindah mulai dari Karisidenan Surakarta hingga Provinsi Jawa Timur. Tercatat selama Bulan Ramadhan ini Kak Sidik telah melakukan safari dongeng di 15 titik, sebagaimana terlampir di bawah ini:

  1. Bakti Sosial HMPS PPKn Unmoh Ponorogo
  2. SD 2 jaten Karanganyar Solo
  3. PLB FKIP UNS
  4. Dompet Sedekah Harapan
  5. SD 1 Polan Klaten
  6. SD 2 Ngaru-Aru Boyolali
  7. SD 1 Ngagrong Ampe Boyolali
  8. SD 3 Boyolali
  9. SD 1 Prawit Solo
  10. Yatim mandiri Ponorogo
  11. TPQ Bu Intan Jenangan Ponorogo
  12. TPQ AL Huda Karanganom Klaten
  13. TPQ AL Huda Bibis Wetan Solo
  14. TPQ AL Huda Mojo Laban Sukoharjo
  15. TPQ Baturan Fajar Indah, Solo

 

 

Peran Mahasiswa PG PAUD Dalam Mendukung Gerakan Indonesia Mendongeng

Diterbitkan dalam jurnal INDRIA PG PAUD Unmuh Ponorogo

Mendongeng merupakan salah satu metode pembelajaran tertua yang pernah ada. Keberadaannya cukup efektif dalam menumbuhkan nilai maupun karakter kepada anak didik. Mengingat keberhasilan dongeng tersebut maka muncullah gerakan Indonesia Mendongeng. Sebuah gerakan yang ingin membumikan kembali dongeng di Nusantara. Dalam pelaksanaannya tentu membutuhkan peran serta dari beberapa pihak. Salah satu pihak yang dapat diajak adalah mahasiswa PG-PAUD yang mana mereka nantinya akan menjadi guru PAUD dan dituntut untuk bisa mendongeng. Pelibatan mahasiswa dengan beberapa pertimbangan bahwa mereka memiliki idealisme yang kuat, semangat juang yang tinggi, jaringan relasi yang banyak, serta tanggung jawab dan peduli. Peran serta mahasiswa dalam mendukung gerakan Indonesia mendongeng di antaranya dengan mengadakan seminar/ pelatihan/ workshop dongeng, membangun komunitas pencinta dongeng, serta mengadakan lomba dongeng semua kalangan

Keywords:Role of Students, PG-PAUD, Storytelling, Indonesia Storytelling

Download artikel disini

Peningkatan Nilai-Nilai Karakter Dengan Metode Mendongeng CAS CIS CUS Di BA Aisyiyah Kaponan 2 Ponorogo

Diterbitkan dalam jurnal Nonformal Education UNNES semarang

Tujuan penelitian ini adalah melihat pelaksanaan mendongeng CAS CIS CUS dan peningkatan nilai karakter di BA ‘Aisyiyah Kaponan 2 Ponorogo. Penelitian ini dilaksanakan dengan subjek sejumlah 18 peserta didik. Metode penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas. Prosedurnya meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Sumber data berupa informan, tempat dan peristiwa, dokumen dan arsip. Metode pengumpulan data dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Uji validitas data yang digunakan dengan teknik triangulasi. Data dianalisis dengan menggunakan model deskriptif komparatif.       Hasilnya pada kegiatan mendongeng dibagi menjadi 3 tahapan yaitu CAS CIS CUS. CAS (Cipta Aksi Super) sebagai sarana untuk membuka dongeng, CIS (Cipta Inspirasi Super) sebagai inti dari pelaksanaan dongeng, dan CUS (Cipta Usulan Super) sebagai penutup dongeng. Pada pra siklus nilai karakter kecintaan terhadap Tuhan yang mulanya 68,8% pada siklus I menjadi 75%, dan pada siklus II 87,5%. Nilai disiplin anak pada kondisi awal 62,5% meningkat menjadi 68,8% dan akhir siklus II mencapai 93,8%. Nilai kemandirian terus meningkat dari 68,8% lalu 81,3% dan menjadi 93,8%. Nilai kerjasama bermula dari 56,3% pada siklus I menjadi 75% dan siklus II menjadi 81,3%. Tanggungjawab pada keadaan awal 56,3% berubah menjadi 68,8% serta siklus II menjadi 87,5%.

Kata Kunci: Nilai Karakter, Dongeng CAS CIS CUS, Anak Usia Dini

Download full artikel disini

Penggunaan Metode Read Aloud Untuk Mendongeng Pada Anak Usia Dini

Disampaikan dalam jurnal AUDI jurnal PG PAUD Univ. Slamet Riyadi Surkarta

Pendidikan anak usia dini diharapkan mampu memberikan pelayanan yang dapat menstimulasi perkembangan bahasa, sosial emosional, kognitif, fisik motorik, moral dan seni. Bahasa sebagai salah satu perkembangan yang penting dalam menunjang aktivitas anak seperti membaca, menulis, menceritakan gambar, maupun menyampaikan pendapat. Adapun salah satu indikator perkembangan kemampuan berbahasa adalah berkomunikasi secara lisan anak, mampu mendengarkan dan menceritakan kembali cerita secara runtut. Kegiatan tersebut dapat dilakukan sama halnya seperti mendongeng. Efektivitas dongeng untuk stimulasi perkembangan anak usia dini telah terbuktikan dalam beberapa penelitian. Berpijak pada asumsi tersebut, maka budaya mendongeng dapat ditularkan kepada anak usia dini. Dalam penyampaiannya diperlukan metode yang efektif sesuai dengan perkembangan anak. Anak usia dini khususnya Taman kanak-kanak (TK) dapat diperkenalkan dengan metode Read Aloud yang secara umum artinya membaca nyaring. Secara kompleks metode tersebut membacakan cerita/ dongeng di buku bergambar dengan suara yang nyaring, sehingga dapat membantu memfokuskan perhatian serta menimbulkan pertanyaan-pertanyaan dan merancang diskusi. Metode Read Aloud menggabungkan unsur gambar dan suara yang dipastikan menarik bagi anak sehingga mempermudah bagi guru dalam merangsang keterampilan berbicara atau berbahasa pada anak.

Kata kunci: Read Aloud, Mendongeng, Anak Usia Dini.

Full teks nya disini

Konsep Dasar PAUD

downloadPendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah pendidikan yang memberikan pengasuhan, perawatan, dan pelayanan kepada anak Usial Lahir sampai 6 tahun. Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki sekolah dasar dan kehidupan tahap berikutnya.

Anak adalah manusia kecil yang memiliki potensi yang masih harus dikembangkan. Ia memiliki karakteristik  yang  khas dan  tidak sama dengan orang dewasa serta akan berkembang menjadi manusia dewasa seutuhnya. Dalam hal ini anak merupakan seorang manusia atau individu yang memiliki pola perkembangan dan kebutuhan tertentu yang berbeda dengan orang dewasa. Anak memiliki berbagai macam potensi yang harus dikembangkan. Meskipun pada umumnya anak memiliki pola perkembangan yang sama, tetapi ritme perkembangannya akan berbeda satu sama lainnya karena pada dasarnya anak bersifat individual.

Konsep Dasar PAUD adalah mata kuliah wajib dalam Pendidikan Anak Usia Dini. Dalam perkuliahan ini akan membahas tentang garis besar PAUD, hakikat, pengertian, fungsi, sejarah, teori-teori, perkembangan anak usia dini, hakikat belajar anak usia dini, pembelajaran anak usia dini, kelembagaan, pendidikan inklusi, kecerdasan majemuk, problem pengembangan AUD.

Daftar Referensi yang bisa digunakan

  • Getstwicki, Carol. 2007. Developmentally Appropriate Practice. Curriculum and Development In Early Education. Canada : Thomson Delmar Learning.
  • Santoso, Soegeng.(2000). Problematika Pendidikan dan Cara Pemecahannya. Jakarta : Kreasi Pena Gading.
  • Suryanto, Slamet.(2005) Dasar-Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Yogyakarta : Hikayat Publishing
  • Yuliani Nurani Sujiono. (2009). Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini,. Jakarta : PT Indeks

LAMPIRAN

  1. Materi Kuliah dasar dasar PAUD 1-6
  2. Materi Kuliah dasar-dasar PAUD pertemuan 7- End

Kak Sidik Hibur Peserta Lomba Ayo Sarapan Sehat

IMG_20170416_111847

Wonogiri, 16 April 2017. Pendopo Kabupaten Wonogiri tampak berbeda dengan hari Minggu biasanya. Mungkin setiap Minggu tempat tersebut sepi karena aktivitas perkantoran yang libur. Namun kali ini tampak ramai oleh kumpulan anak-anak dan orangtua yang memadati gedung sejak pagi. Para orangtua sedang mendampingi putra putrinya untuk mengikuti lomba mewarnai dan lomba menghias roti. Mereka  berusia 4-10 tahun berkompetisi untuk memperebutkan juara utama dalam lomba yang bertemakan Ayo Sarapan sehat. Lomba tersebut merupakan roadshow yang diselenggarakan di Solo Raya yang meliputi 7 kota yaitu Kota Solo, Wonogiri, Sukoharjo, Karanganyar,  Boyolali, Sragen, dan Klaten.

Wonogiri adalah kota yang kedua yang diselenggarakan dengan antusiasme peserta yang cukup banyak. Mereka datang secara kolektif yang sengaja diikutkan oleh gurunya setingkat PAUD dan sekolah dasar. Disatu sisi anak dimotivasi untuk dapat meraih juara, namun namun asumsi lain bahwa kegiatan tersebut dapat melatih anak untuk mengasah kreativitasnya. Selain itu dari kegiatan tersebut sebagai ajang untuk memperkenalkan pentingnya sarapan sehat bagi anak-anak. Hal tersebut telah diperkuat oleh Mira Wulandari selaku penyelenggara yang menyampaikan bahwa acara tersebut memiliki dua tujuan.  Pertama, mengedukasi para siswa untuk mengetahui pentingnya sarapan pagi. Kedua, meningkatkan kreativitas siswa dalam ajang mewarnai dan membuat sarapan yang sehat berbahan roti.

Acara berjalan lancar mulai pukul 09.00 sampai 12.00 WIB. Rangkaian acara selain lomba juga ada hiburan dongeng dari Kak Sidik Nuryanto. Beliau adalah perwakilan dari Istana Dongeng Nusantara yang sengaja digandeng panitia untuk memberikan cerita motivasi bagi anak-anak. Dalam dongengnnya Kak sidik mengambil judul “Alfa bukan anak yang bodoh”. Menceritakan tentang kisahnya Thomas Alfa Edison yang dahulu dikeluarkan dari sekolahnya karena kebanyakan tanya dan dikira bodoh oleh gurunya. Dia ditolak oleh beberapa sekolahan karena kekritisannya untuk tahu suatu hal. Padahal indikator banyak tanya adalah anak yang cerdas dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Pernyataan demikian benar adanya, karena meskipun ia belajar hanya dengan orangtunya namun bercita-cita ingin membuat lampu. Awalnya cita-cita Alfa sempat diragukan oleh teman-temannya karena dia dikira bodoh. Berkat belajar yang serius dan usaha yang sungguh-sungguh akhirnya Alfa dapat mewujudkan impiannya untuk membuat lampu. Sehingga saat ini kita dapat merasakan buah karya dari Thomas Alfa edison yang mana ketika malam tidak kegelapan.

 Anak-anak selama mengikuti sajian dongeng dari Kak Sidik cukup tenang. Mereka dengan serius memperhatikan ceritanya sambil dalam hatinya berharap menjadi juara lomba, karena penjurian diumumkan setalah dongeng selesai. Penyajian dongeng Kak Sidik tidak berfokus pada cerita saja namun mengkolaborasikan dengan hiburan. Seperti halnya penggunaan nyanyian, tepuk, yel-yel motivasi maupun variasi suara yang membuat anak-anak tertawa lepas. Makanya durasi 30 menit mendongeng dapat dinikmati anak-anak dengan tertib dan kondusif.

Koran: http://harianwonogiri.com/kak-sidik-hibur-peserta-lomba-ayo-sarapan-sehat/

TRAUMA HEALING KORBAN LONGSONG BANARAN, PONOROGO

IMG20170408082832Kegiatan ini digelar selama dua hari yang mana pada tanggal Sabtu, 8 April 2017 digandeng oleh Baitul Mall Hidayatullah Surakarta. Sedangkan Hari ahad 9 April 2017 bersama Madiun Mengajar. Satu pekan yang lalu tepatnya tanggal 1 April 2017 anak_anak menjadi saksi bencana alam yg telah menghilangkan harta, mainan, rumah, bahkan keluarganya. Tanah longsong begitu dahsyat menenggelamkan rumah serta harta benda mereka. Kejadian berlangsung selama tidak lebih dari 5 detik namun 28 nyawa meninggal akibat runtuhnya tanah yang ada di atas perumahan mereka.

Pada hari pertama, sabtu 8 April kak Sidik berkesempatan untuk menghibur anak-anak baik korban maupun yang terkena dampak bencana. Kegiatan dipusatkan di SD Banaran yang mana aktivitas sekolah tetap berjalan, sehingga mempermudah untuk mengumpulkan anak. Mengingat hari tersebut masih proses evakuasi pencarian korban sehingga masih banyak relawan maupun warga yang berkunjung ke Lokasi. Lokasi bencana memang saat itu berubah menjadi ramai oleh warga sehingga akses untuk mencari para korban sangatlah susah. Korban tidak difokuskan di satu titik pengungsian, namun mereka inisiatif sendiri untuk ikut terhadap keluarganya yang selamat.

Kesempatan itu jumlah anak yang terkumpul sekitar 100 an anak dari kelas 1 hingga kelas 6. Kak sidik seperti biasa menyampaikan dongeng dengan judul pentingnya belajar dan usaha keras. Dalam penyampaiannya saya memotivasi mereka tentang pentingnya usaha yang keras untuk mencapai cita-citanya. Dukungan lain selain dongeng, saya menggunakan tepuk, yel-yel maupun nyanyian yang tujuannya untuk memunculkan tawa canda dari mereka. Supaya mereka tidak terbebani lagi dengan musibah yang selama ini menimpa diri dan keluargnya.

Pada hari kedua Ahad 9 April 2017, Kegiatan masih sama yaitu trauma healing korban bencana longsor Banaran, Pulung, Ponorogo. Mengembalikan keceriaan mereka supaya bangkit, tetap semangat menatap masa depan dan mau berangkat sekolah lagi. Kali ini pesertanya lebih sedikit mengingat posisi anak yang terpencar dan hari ahad, sehingga banyak komunitas yang berdatangan dengan kegiatan serupa. Ada anak yang namanya Talita, Vida, wida, wawa, zaki, alif, dan adiknya. Menjajaki apa yang mereka cita_citakan. Serta memberinya motivasi bahwa ketika dekat dengan Allah dengan penuh semangat ikhtiar, berdoa, dan tawakal pasti ada jalan.

Link video: https://www.instagram.com/p/BSw4iQRhAzQ/?taken-by=madiunmengajar