INDONESIA MENDONGENG 4 WILAYAH SAWIT BOYOLALI

INDONESIA MENDONGENG 4 WILAYAH SAWIT BOYOLALI

img-20161225-wa0038

Ahad, 25 Desember 2016 sebagai hari silaturahmi santri TPA/ TPQ nusantara. Dikatakan demikian karena seperti pada tahun sebelumnya kegiatan tersebut sudah rutin dilaksanakan dengan mengangkat tema Indonesia Mendongeng 4 “Santri TPQ Kuat, Cerdas dan Berkarakter. Kegiatan ini diinisiasi oleh LKG TPQ (lembaga Koordinasi Gerakan Taman Pendidikan Al Quran) Solo raya yang bekerja sama dengan Rumah Zakat. Kali ini diselenggarakan di 24 Titik di Solo raya  dan 16 titik mulai dari Aceh hingga Makasar. Tema besar dalam kegiatan ini adalah untuk mulai menghidupkan kembali dunia pendidikan Al Quran, sebagai wadah silaturahmi antar TPQ, penguatan akidah anak, serta penggalangan dana untuk saudara yang ada di Aleppo, Suriah, Palestina, dan Rohingya.

            Kak Sidik Nuryanto kali ini mendapat kesempatan untuk action di Kecamatan Sawit Kabupaten Boyolali. Lokasinya di Pendopo Kecamatan Sawit yang kebetulan tidak jauh dari rumah saya, mungkin sekitar 10 menit dijangkau dengan sepeda motor. Pesertanya luar biasa banyaknya hingga memenuhi pendopo bahkan sampai dibuatkan panggung dipelatarannya. Berdasarkan informasi dari panitia ada sekitar 1000 santri yang hadir yang mana tidak hanya dari kecamatan sawit saja, namun ada dari Banyudono dan Teras.

            Runtutan acara meliputi lomba pawai santri yang terbanyak, terheboh, terunik dan terawal datang. Penampilan salah satu santri Pildacil menambah asik suasana karena materi yang disampaikan sesuai dengan dunianya anak-anak. Kemeriahan acara berlanjut hingga akhir, karena panitia setiap saat membagikan doorprize yang selal dinantikan para santri. Mengingat setiap peserta memegang kartu undian doorprize yang harapannya bisa mendapatkan hadiah utama berupa sepeda baru

            Kak Sidik naik panggung pukul 10.00 dengan durasi yang diberikan panitia 60 menit. Seperti biasa acara pembukaan dibuat dengan penuh ceria yang memunculkan gelak tawa dari para pengunjung. Seperti halnya menggunakan nyanyi, tepuk bahkan yel-yel plesetan. Saat peserta udah mulai terkondisikan, masuk memsukkan  inti cerita dengn kisah dalam Surat Al Fill. Para peserta sangat menikmati sajian cerita dari kami, terlebih saat boneka Wira kami munculkan. Para peserta yang mulanya dibawah pelataran, mulai naik ke Pendopo untuk sekedar menyaksikan penampilan Wira. Selang beberapa menit panita mulai membisikkan jika waktunya udah mulai habis makanya saya selesaikan ceritanya. Menuju acara penutupan kami gunakan renungan doa untuk menggugah kaum muslim yang hadir untuk ikut mendoakan saudara kita yang ada di Suriah, Rohingya, Palestina dan Aleppo. Banyak peserta baik dari Ibu maupun anak- anak yang menitihkan air mata, ketika mendengarkan deskripsi doa kami. Hingga akhir doa kami minta kebesaran dn keikhlasan dari peserta untuk ikut berdonasi menyumbangkan sedikit rejeki buat saudara kita. Terimakasih. Tunggu kami di Indonesia Mendongeng 5

Iklan

INDONESIA MENDONGENG#3

 

IMG_20151225_092943.jpg

25 DESEMBER 2015, kak sidik nuryanto kembali beraksi dengan dongeng dalam kegiatan Indonesia Mendongeng 3. Ini sebagai gerakan yang cukup besar karena sudah menginjak tahun ketiga pelaksanaannya. Pada kesempatan kali ini saya mendapatkan jatah untuk berbagi dengan santri Taman Pendidikan Al Quran di Desa Plupuh sragen. Sebelumnya saya juga pernah ikut dengan penempatan di Boyolali dengan jumlah sekitar 900 santri. Selain disitu kegiatan ini juga digelar serentak di kota se Indonesia yaitu 42 kota, dan 1 di Malaysia. Adapun kegiatan ini sebagai ajang silaturahmi santri-santri TPA dan ajang pertunjukan bakat dan kreativitas. Karena sebalum dongeng juga ada kegiatan baik itu pawai santri, lomba santri dan lomba gurunya.

Pada kesempatan itu saya menyampaikan kisah tentang perjuangan Bilal Bin Robbah sebagai Juru Adzan di Jaman Rosulullah. Beliau juga sebagai sahabat Nabi yang begitu teguh dalam memperjuangkan akidah Islam. Selain itu Billal sebagai tokoh yang begitu semangat dalam melaksanakan ritual iabadah seperti sholat, adzan dan mempertahankan akidah Islam. Ini sebagai penguat pada santri supaya mereka dapat meniru kisah dari Bilal. Selanjutnya di hadapan sekitar 500 santri kegiatan tersebut saya selingi dengan yel-yel maupun nyanyian penyemangat anak. Tujuannya supaya mereka tidak bosan dan semangat dalam mendengarkan cerita. Di akhir cerita tidak lupa kami sisipi dengan muhasabah dan iringan musik untuk semakin menambah kekhusukan anak dalam berdoa.

indonesia mendongeng 2

IMG_20141225_113214.jpg

25 desember 2014 bagi saya sebagai latihan perdana dalam mendongeng dengan jumlah audience sekitar 900 anak/ santri. Saya mendapat kesempatan untuk mendongeng di Kecamatan Musuk Boyolali yang bertempat di gedung haji. Sejak awal saya ragu untuk maju atau mundur, karena saya masih ragu dengan kemampuan saya mendongeng yang masih pemula. Dengan jumlah yang demikian banyak semakin menyurutkan semangat saya dalam berdakwah. Namun ada semangat angin kebaikan yang menghampiri saya, bahwa “untuk baik itu perlu dipaksa dan dicoba”. Semangai itulah yang kemudian menghantarkan saya untuk maju mendongeng di Indonesia mendongeng 2. Cerita yang saya sampaikan adalah tentang anak sholeh yang suka mengaji, belajar dan berdoa. Kisah tersebut saya korelasikan dengan keidupan anak yang intinya mengajak mereka supaya rajin dalam ibadah, tidak lupa sholat dan mengaji. Pengalaman pertama dengan jumlah audience yang demikian ternyata membuat saya kesulitan dalam memegang audience, karena jarak yang jauh dan tidak ada akses untuk menyapa anak-anak. Jadi saya Cuma bisa di depan panggung dan tinggal bisa mobile ke semua sudau ruangan. Selain itu juga penguasaan materi saya juga kurang matang, sehingga anak-anak bagian belakang tidak memperhatikan saya. Tapi itu semua saya anggap wajar karena pengalaman pertama dan ini sebuah proses untuk mencapai hasil yang diharapkan.

Berikut link videonya https://www.youtube.com/watch?v=PDbI2e-Wse8

Pelatihan mendongeng #1

IMG_0088

Ponorogo, 26 september 2015 Di Lantai 4 aula rektorat Universitas Muhammadiyah Ponorogo pada kesempatan ini saya coretkan tentang aktivitas saya perdana selama di Ponorogo. Diminta mengisi pelatiahn mendongeng bersama pengurus IGABA Kabupaten Ponorogo yang berjumlah sekitar 300. Ini merupakan serangkaian workshop yang juga di dalamnya ada pelatihan pembuatan APE dari koran bekas. Materi dongeng yang saya sampaikan adalah metode CAS CIS CUS hasil temuannya Muhammad Nasyir (2014). Dalam buku tersebut menjabarken tentang teknik dongeng yang mana dimulai dari pembukaan, inti dan penutup. CAS (cipta aksi super), CIS (cipta inspirasi super), dan CUS (Cipta Usulan super). Tidak hanya itu saya juga memadukan dengan metode lain yang berdasarkan pengalaman yang saya alami ketika aksi dongeng. Mengingat waktu yang diberikan saya Cuma sebentar, maka saya tidak bisa menuntaskan materi sampai selesai, namun baru sampai tahapan metode pembukaan dongeng (CAS). Ya jadi disudahkan sampai situ saja, semoga lain kesempatan bisa dilanjutkan lagi.

Berikut link videonya https://www.youtube.com/watch?v=DgK-Ge5jo9A