Kelas Inspirasi #5 Ponorogo

21992928_1815690401778608_4357594474587375425_o

Senin, 25 September 2017 kembali menyapa anak-anak dalam gerakan kelas inspirasi nusantara. Kali ini peserta didik yang disapa adalah SD Karangpatihan 2,Pulung Kabupaten Ponorogo. Hae….hae…..hokya….!¬†ūüôā¬†:-:-) adalah jargon yang kita angkat untuk membangkitkan semangat anak-anak. Pada Hari tersebut dipertemukan dengan kakak relawan pengjar yang hebat yaitu kak Susi sebagai penerjemah Bahasa Jerman, kak Titin sebagai dosen , Kak Arif sebagai mekanik alat berat. Kegiatan berjalan dengan meriah dan menyenangkan saat dimulai pembukaan kelas inspirasi dengan senam baby¬† shark. Saat masuk kelas seperti biasa saya mengajak boneka yang bernama Mimi. Kedatangan boneka Mimi mampu menarik perhatian anak untuk mendengarkan cerita yang Kak Sidik sampaikan. Kegiatan tersebut berjalan hingga akhir acara

Iklan

KELAS INSPIRASI V SOLO

IMG_8808

Sabtu 12 Agustus 2017. Bekerja boleh, bermian dianjurkan, namun jangan sampai lupa untuk berbagi. Berbagi tidak harus berupa materi dan wujudnya hal yang mewah. Cerita tentang profesi bisa kita bagikan kepada anak-anak setingkat Sekolah Dasar (SD) untuk memberikan gambaran tentang cit-citanya mereka. Seperti halnya yang saya ikuti Kelas Insiprasi ke 5 di Solo Raya yang bertempat di SD Bulakrejo 2 Sukoharjo. Kebetulan untuk tahun ini diadakan di Kota Solo, Karanganyar dan Sukoharjo.

Perjalanan menebar inspirasi saya mulai dengan menerobos jalanan yang petang dan dingin sepanjang Ponorogo- Sukoharjo. Berangkat setelah subuh (05.30 WIB) dengan motoran ceria dan tercatat sampai lokasi 07.30 WIB. Perjalanan aman dan lancar meskipun sedikit menahan rasa lapar dan dinginnya kota Gaplek Wonogiri. Sesampainya di lokasi kelas inspirasi ternyata anak-anak sudah selesai apel pagi dan masuk kelas. Para relawan sedang persiapan pengkondisian anak untuk memasangkan name tag dan cita-cita yang dipasangkan di kepala

Pukul 08.00 WIB acara menebar inspirasi lewat profesi dimulai. Pertama yang menyampaikan cerita adalah Kak Ayuk dari Semarang dengan profesi sebagai Apoteker. Kedua kak Vivi dari Sukoharjo sebagai arsitek dan desain interior. Kedua figur tersebut menyampaikan cerita kepada anak-anak sangat menarik dan terlihat antusiame. Beliau menyampaikan dengan dukungan media belajar yang berfungsi untuk menggambarkan aktivitas mereka.

Giliran ketiga tiba saatnya saya menyampaikan materi kepada anak kelas 4-6 yang jumlahnya 63. Mendapat urutan terkahir merupakan tugas besar karena harus tetap menjaga semangat anak supaya selalu ceria dan fokus pada materi. Waktu pembukaan saya beri yel-yel penyemangat dan memperkenalkan nama diri. Tentunya dengan cara bernyanyi, tepuk hingga teriak. Saat menyampaikan tentang profesi saya sebagai dosen ternyata sebagian anak-anak sudah mengetahuinya dengan¬† jawaban ‚Äúmereka yang mengajar mahasiswa‚ÄĚ. Untuk memperkenalkan tugas dosen yang lain, saya menggunkan model pembelajaran make a match. Memmasngkan jenis-jenis hewan berdasarkan karakteristiknya. Teknisnya semua anak saya kasihkan selembara kertas untuk menuliskan nama hewan lalu diminta untuk menempelkan sesuai karakteristik hewan tersebut.

Saya mendapat waktu untuk menyampaikan materi selama 60 menit. Pada pertemuan di akhir saya munculkan teman sejati saya yang bernama Wira. Kehadiran Wira membuat anak-anak terbahak bahak dengan cerita yang saya bawakan bersama Wira. Ciri khas WIra yang nakal, judes dan sering berbicara keliru membuat anak-anak serasa tidak mau ditinggalkan Wira. Terbukti ketika sudah 1 jam berlalu mereka masih menghendaki saya dan WIra tetap berada disitu. Saya pun harus bijaksana untuk mengakhiri segera pertemuan tersebut, karena para relawan juga harus segera menuju acara closing statement. Pesan saya untuk KI 5 SoloRaya tetap dilanjutkan semangat perjuangan menebar insipirasi dan kebaikan.

KELAS INSPIRASI MAGETAN 4 # ZONA SDN 5 PARANG

16508891_1549336871747297_1196306383772788529_n.jpgSenin, 6 Febuari 2017. Mengawali awal febuari dengan berbagi di kelas inspirasi Magetan yang ke 4. Kali ini Jargonnya ‚Äúwiting nginspirasi saka kelas inspirasi‚ÄĚ. Benar sekali dengan jargon tersebut, yang mana para relawan banyak memulai kelas menginspirasi dari kelas inspirasi. Mungkin awalnya mereka mengenal kelas inspirasi dari media sosial atau rekan kerjanya. Mengamati kegiatannya sepertinya kog menyenangkan bisa bertemu dengan relawan dari berbagai daerah dan latar belakang profesi. Akhirnya iseng-iseng dia pengen bergabung entah menjadi relawan pengajar, dokumentator, dan fasilitator. Seiring berjalannya kegiatan di kelas inspirasi muncullah rasa kecintaan dan kepedulian terhadap sesama. Bahwa diluar sana banyak anak didik yang membutuhkan seorang model atau figur sebagai fasilitator untuk mereka meraih cita-cita. Disamping itu keceriaan dan kesetiakawanan sesama relawan memberikan kesan yang berharga bagi setiap individu untuk tetap menjalin silaturahmi meskipun hari inspirasi telah usai. Rutinitas keaktifan di dalam grup Whattsapp terjalin akrab sesama relawan dengan sekedar kirim tulisan, emoticon, sebar informasi, bahkan candaan, hingga bulian ringan. Itu semua membuat mereka semakin akrab dan kangen untuk bertemu lagi dalam event yang sama. Hingga pada akhirnya mereka terus mencari informasi kelas inspirasi selanjutnya, dan bergabung dengan para relawan. Makanya sekarang banyak pecandu kelas inspirasi yang siap cuti sehari untuk berbagi inspirasi di penjuru negeri.

Kali ini saya berkesempatan berbagi cerita di SDN 5 Parang Magetan. Bersama para relawan hebat yaitu di fasilitator (kak Desi, kak Arina, Kak Diah, Kak Puwadi) dokumentator (kak Eka, kak Hanafi). Relawan pengajar ada 3 yaitu saya sendiri, kak Masruri (camat) dan kak Olik (pedagang). Lokasi SD tidak terlalu sulit medan yang ditempuh, karena masih berada di daerah perkotaan. Makanya saya berangkat pagi dari Ponorogo jam 05.30 dengan waktu tempuh sampai lokasi 30 menit. Meskipun ada relawan yang menginap di salah satu rumah gurunya yang tidak jauh dari SD.

Jumlah murid di di SD parang 5 berjumlah sekitar 50 anak yang terbagi dalam 6 kelas. Saat pelaksanaan kelas inspirasi dibagi menjadi 3 kelompok dengan alasan keterbatasan relawan pengajar dan jumlah murid yang sedikit. Seperti biasa kegiatan hari Inspirasi dimulai dengan upacara bendera yang diikuti seluruh warga sekolah. Setelah itu sepenuhnya diberikan kepada para relawan untuk menghandel acara. Pembukaan inspirasi dimulai dengan orientasi relawan kepada guru dan anak tentang hari inspirasi. Memperkenalkan para relawan, tujuan kegiatan, hingga runtutan acara pada hari inspirasi. Selanjutnya anak-anak bersama relawan senam motivasi dan ice breaking untuk membangkitkan semangat mereka.

Menginjak pukul 08.00 anak-anak masuk kelas dengan arahan para fasilitaor. Mereka dipandu untuk mengenakan ikat kepala yang berisi nama dan cita-cita mereka. Para relawan mulai bergerak masuk kelas dengan pembagian yang telah disepakati. Kelompok 1 (kelas 1 dan 2), Kelompok 2(kelas 3 dan 4), kelompok 3 ( kelas 5 dan 6). Relawan pengajar mulai memperkenalkan siapa dirinya, pekerjaannya, alamatnya, hingga bagaimana cara supaya seperti dirinya. Dari ketiga relawan memiliki cara penyampaian yang berbeda-beda. Kalau saya menggunakan cerita dengan bantuan boneka pupet. Kak olik memperkenalkan pedangang dengan cara bermain peran, sedangkan kak Masruri memperkenalkan Camat dengan menonton Video. Kegiatan materi pengenalan profesi berlanjut hingga jam 11.00 siang.

Pada penutupan hari inspirasi anak diajak untuk menerbangkan pesawat cita-cita.  Mereka secara serempak di halaman sekolah menerbangkan pesawat cita-cita yang telah mereka tuliskan. Harapannya mereka memiliki cita-cita yan tinggi seperti pesawat. Kemudian anak-anak diajak untuk mengecap tangan di kain puti yang telah disiapkan. Cap tangan tersebut diikuti nama dan cita-citanya. Secara bergantian mulai dari kelas 1 hingga kelas 6 memprasastikan nama dan cita-cita mereka dalam sebuah bidang. Harapannya prasasti kain tersebut bisa menjadi pengingat dan pemacu semangat mereka untuk terus bekerja keras meraih cita-citanya. Cukup sekian laporan kelas Inspirasi 4 magetan zona SD 5 Parang. Jika tidak ada halangan tunggu kami di KI Klaten pada tanggal 18 Febuari. #Salam Inspirasi buat para relawan.

KELAS INSPIRASI#4 PONOROGO ROMBEL SD 2 TALUN

img-20161217-wa0034Sabtu, 17 Desember 2016 merupakan puncak hari inspirasi untuk kota Ponorogo. Saat ini lokasi yang digunakan adalah kecamatan Ngebel yang mana tempat tersebut tidak asing bagi warga Ponorogo dan sekitarnya. Kecamatan Ngebel terdapat objek wisata Telaga yang cukup luas, sehingga ketika akhir pekan atau hari minggu cukup ramai. Apabila dari pusat kota Ponorogo, kita harus ke arah timur dengan perkiraan jarak 30 Km dan jarak tempuh 1 jam. Medan jalan untuk menuju telaga Ngebel cukup menanjak, namun sudah didukung dengan kondisi jalan yang beraspal.

Menurut informasi dari panitia lokal, bahwa zona inspirasi terdiri dari 12 lembaga, dan SD N 2 Talun salah satunya. Lokasi SD 2 Talun merupakan lokasi yang paling tinggi dari sekian banyak SD yang digunakan untuk kelas Inspirasi. Baik jika sekitaran Telaga Ngebel sudah pasti akses jalan dan lampu penerangan sudah memadai mengingat lokasi wisata. Namun berbeda halnya dengan SD N 2 Talun yang mengharuskan para relawan untuk sedikit berjuang menuju lokasi. Kisaran waktu untuk sampai di SD N 2 Talun dari Telaga Ngebel 30 menit dengan akses jalan yang menanjak dan kondisi jalan yang berlumpur atau becek. Belum semua jalan terjangkau oleh aspal atau beton ditambah lagi kemiringan jalan yang menikung membuat kami harus ekstra hati-hati.

H_1 sebelum hari inspirasi kami bersama semua relawan yang terdiri dari fasilitator, dokumentator, dan pengajar berkumpul di Pasanggrahan sebagai titik kumpul semua relawan. Sekitar pukul 18.00 kami sampai di Pasanggrahan untuk mengumpulkan pasukan dari SD 2 talun dan berkoordinasi untuk proses pemberangkatan menuju lokasi. Kebetulan kami tidak menginap di Pasanggrahan, namun menginap di rumah warga yang dekat dengan lokasi, dengan pertimbangan jarak tempuh yang lama. Akhirnya disepakati pukul 19.00 kami naik bersama rombongan dengan mengendarai sepeda motor. Hingga akhirnya pukul 20.00 kami tiba di tempat penginapan untuk bertemu juga dengan pasukan dari SDN 1 talun. Kebetulan SD kami agak dekat, sehingga bisa bermalam bersama untuk saling berkoordinasi dan kenalan sesama relawan

Bermalam bersama relawan sangat menyenangkan. Mengingat kami memiliki kesamaan misi dan perjuangan. Semangat berjuang untuk menjadi relawan inspirasi menularkan cerita dan semangat berprestasi bagi anak didik indondesia. Agenda malam itu adalah menyiapkan segala perlengkapan untuk hari inspirasi mulai dari setting acara, pembagian tugas, perlengkapan yang dibutuhkan, logistik serta akses menuju lokasi yang jaraknya masih 3 Km dari tempat penginapan. Suasana hangat dan kekraban tampak saat malam itu dengan diselingi candaan, sedikit menyindir, sambil membuat ID card peserta. Yang ada pada malam itu hanyalah keceriaan, semangat motivasi, kerjasama dan peduli. Hingga kami tak terasa sudah pukul 00.00 dini hari. Makanya kami paksakan untuk segera beristirahat karena paginya kami harus sudah bersiap untuk menuju zona inspirasi.

Hari inspirasi telah tiba kami segera bersiap siap untuk menuju SD N 2 Talun berjumpa dengan anak-anak dan guru yang ada di sana. Perjalanan dilanjutkan dengan menaiki sepeda motor serta jaraknya 3 km. Dan ini medannya cukup ekstrim karena jalannya berbatu, kadang masih ada yang tanah, serta kemiringan yang tajam. Akhirnya kami sampai di lokasi pukul 07.30 dengan selamat dan bahagia. Betapa bahagianya kami, ketika kami datang disambut oleh anak-anak yang sudah berkumpul menunggu kedatangan kami. Belum turun dari motor kami sudah dikerumuni oleh anak-anak yang ingin bersalaman. Kami tidak bisa bergerak dan terdiam di motor sambil menjulurkan tangan memberi salam kepada mereka. Sambil mereka mengucapkan assalamualaikum, mereka lemparkan senyuman dan mencium tangan semua relawan.

Seperti biasa acara dimulai dengan apel pembukaan yang diikuti oleh semua relawan, anak-anak dan guru. Kegiatan apel berisi tentang pengenalan semua relawan dan kegiatan yang akan dilakukan pada hari inspirasi tersebut. Kebetulan kami kedatangan 5 relawan pengajar yang terdiri dari Sidik nuryanto (dosen dari Ponorogo), Arif (mekanik dari Samarinda), Neser (Analisis Bisnis dari Surabaya), Yenni (assuransi BUMN dari jakarta) dan Niken (wartawan dari Surabaya). Adapun fasilitator terdiri dari Hidayat, zuldiana, dan Tika. Sedangkan dokumentator ada Well, Febi dan Fadilla. Kami semua tim yang solid dan kompak karena terbukti dari awal sampai akhir kami mengetahui tentang job deskription nya sehingga semua tugas berjalan dengan baik.

Acara inti dimulai dengan masuknya relawan pengajar ke masing-masing kelas. Kali ini terdapat 5 kelas yang digunakan karena kelas 1 dan 2 digabung mengingat jumlah anaknya yang sedikit. Saya sendiri pertama kali masuk kelas 1 dan 2 yang mana ketika sesi pertama harus membantu mereka menuliskan ID card pada kain dan menempelkan pita bendera di pipinya. Saya sendiri keberatan untuk melakukan hal itu, bukannya tidak sanggup namun waktunya yang terbatas, hingga saya mintakan bantuan kepada kakak dokumentator. Kegiatan mengajar seperti di kelas inspirasi sebelumnya saya mulai dengan candaan ringan yang mampu membuat mereka tertawa senang. Selanjutnya saya perkenalkan diri dengan lagu maupun tepuk. Mulai dari nama, alamat, pekerjaan, tempat bekerja dan cara untuk menjadi seperti saya. Ketika bertanya kepada anak-anak tentang profesi dosen ternyata belum tahu mulai dari kelas 1-6. Tapi cukup mudah bagi saya untuk mengenalkan profesi dosen tersebut, karena banyak anak yang bercita-cita ingin menjadi guru. Saya hubungkan saja, bahwa guru dan dosen itu sama sebagai pendidik hanya saja objek yang dididik itu berbeda. Durasi 30 menit diberikan kepada relawan pengajar dan ketika habis harus segera berpindah ke kelas yang lain.

Setelah semua pengjar telah masuk kelas selama 4 kali berarti sudah waktunya untuk sesi penutupan. Pada sesi tersebut anak diberi piagam cita-cita untuk menuliskan nama dan cita-cita di piagam tersebut. Piagam itu dibawa pulang oleh anak-anak yang mana sebagai bukti bahwa mereka memiliki cita-cita yang harus diraihnya. Adapun yang di sekolah kami menggunakan wall dekor yang mana untuk menampung nama cita-cita anak. Cita cita tersebut digantungkan secara vertikal sesuia kelasnya. Lokasinya ditaruh agak tinggi sehingga aman dan tidak dipegang anak-anak. Setelah penggantungan cita-cita selesai dilajutkan dengan senam pinguin dan gemu famire yang sangat antusias diikuti anak-anak. Hingga akhirnya kami berada dipengunjung acara yang diikuti dengan sesi poto-poto. Sampai disini ya !!! tunggu kak sidik nuryanto di aksi kelas inspirasi selanjutnya !!!!!!

Kelas Inspirasi 1 Wonogiri SD V Gedong

_dsc8521KELAS INSPIRASI I WONOGIRI. Sabtu, 19 November 2016 cuaca begitu cerah memacu semangat yang menggebu untuk menuju kota Wonogiri. Pukul 04.30 bertolak dari Ponorogo menuju Kota gaplek dengan memantapkan hati sebagai panggilan sosial dan bebas kepentingan. Semangat berjuang ini ternyata diikuti sekelompok relawan yang tergabung dalam kelas inspirasi 1 Wonogiri. Terhitung sekitar 50 relawan yang terbagi dalam relawan fasilitator, dokumentator, dan inspirator. Kali ini terdapat 3 Lokasi SD yang digunakan untuk hari Inspirasi dan salah satunya SD gedong 5. Lokasinya di desa Ploso, Gedong, Ngadirojo.

            Secara geografis letak SD tersebut berada di pojok desa sehingga jaraknya dengan pemukiman warga cukup jauh yaitu kisaran 1 Km. Jika dari pasar Ngadirojo itu arahnya keselatan dan lurus terus hingga habisnya jalan. Jalan menuju lokasi seperti harapan para relawan yaitu yang ekstrem dan penuh kejelian tingkat tinggi jika melewatinya. Selain itu kondisi SD cukup bagus apabila dibandingkan dengan kelas Inspirasi yang sebelumnya saya ikuti (KI Madiun SD 3 Cermo). Halaman cukup luas dan sudah di paving. Kamar mandi telah memenuhi standar kelayakan dan airnya bersih, serta kondisi kelas sudah di keramik dan bersih

Hari inspirasi dimulai pukul 07.00 yang mana para relawan disambut para murid dengan iringan rebana serta lagu islami. Kami para inspirator yang terdiri dari kak sidik (ponorogo), kak anang (jogja), kak nanang (purworejo), kak wahyu (wonogiri), kak wayan (jogja), kak anggit (pacitan), kak sony (jakarta) merasa terhibur. Dilanjutkan apel pagi bersama para relawan, guru dan anak-anak. Seperti biasa susunan apel pagi dengen menyanyikan lagu indonesia raya, sambutan dari relawan pengajar, sambutan kepala sekolah, serta penyematan srempang relawan sebagai pertanda acara dimulai.

            Pukul 08.00 para relawan siap beraksi di kelas untuk memperkenalkan setiap profisinya. Tidak lupa semua atribut atau media pembelajaran di bawa. Saya yang kebetulan sebagai dosen membawa media pembelajaran berupa kartu angka dan boneka kesayangan (wira). Durasi 30 menit sesiap sesi dimanfaatkan bagi relawan dengan mendeskrispikan siapa dirinya, apa pekerjaannya, tempat bekerjanya dimana, bentuk kerjanya seperti apa, bagaimana jika ingin seperti saya, dan manfaat pekerjaan bagi masyarakat apa. Tidak hanya itu, para relawan juga secara intensif membangun kedekatan emosional dengan para murid. Supaya tidak hanya tersampaikan materi saja, namun ada hubungan seperti keluarga. Saya sendiri kebetulan mendapat tugas mengajar sejumlah 3 kelas yaitu kelas 1, 4, dan 2. Dalam setiap sesi saya ajak anak untuk selalu berjanji pad dirinya sendiri. Mereka harus punya cita-cita dan berjanji untuk meraihnya dengan cara taat kepada Tuhan, berbakti kepada orangtua, rajin belajar, rajin berdoa, dan mereka pasti bisa

            Pukul 11.00 pengajaran di kelas telah usia dilanjutkan dengan penempelan pohon cita-cita oleh anak langsung. Mereka diarak dari kelas ke halaman sekolah denga formasi seperti kereta api diiringi lagu kereta api. Secara bergantian masing-masing kelas menuju pohon cita-cita untuk menempelkan cita-cita yang ingin diraihnya. Tidak lupa setiap sesi diikuti dengan poto bersama anak-anak dan relawan. Adapun acara selajutnya yaitu penutupan hari inspirasi dengan melemparkan topi ke udara secara serentak. Sampai berjumpa di Kelas Inspirasi selanjutnya, kira-kira dimana ya ???

Kelas Inspirasi 4 Madiun

14610910_1421368221210830_2762424607665408118_n.jpgGelar yang rendah rendah dengan saling berbagi lebih berarti daripada gelar yang tinggi hanya untuk diri sendiri. Cuplikan kalimat sebelumnya untuk memacu para inspirator yang mana punya profesi yang dapat dibagikan kepada anak-anak di pelosok negeri ini. Profesi, gelar maupun jabatan yang mereka miliki akan lebih berarti jika dapat disampaikan kepada anak-anak supaya dapat menjadi inspirasi yang berharga bagi mereka kelak. Alhamdulillah kali ini Kak Sidik Nuryanto dapat kembali mengikuti kelas inspirasi Madiun yang ke 4. Bagi saya ini keikutsertaan Kelas Inspirasi yang ke 6 dengan lokasi yang berbeda-beda. Masih sama dengan KI sebelumnya saya mengambil peran sebagai inspirator pengajar dengan profesi dosen. Kebetulan KIMAD 4 difokuskan pada 10 Sekoah dasar di Kecamatan Kare, dan saya mendapatkan SD Cermo 3.

Hari inspirasi pada hari senin tanggal 21 Oktober 2016 saya dipertemukan dengan orang-orang hebat yang memiliki semangat juang tinggi untuk mengharapkan Indonesia yang lebih baik. Dia adalah para relawan dari Kelas inpirasi yang mana ada relawan pengajar, dokumentator, dan fasilitator. Untuk relawan pengajar ada Kak Devi (promosi kesehatan), Kak Kusno (konsultan managemen), kak Arif (pengusaha), Kak Winda (Relation Officer), Kak Desi (dosen). Untuk Fasilitator ada Kak Febri, Kak Dina, Kak Dwi rupawati. Adapun untuk dokumentator ada kak amin dan kak diah, kak rizal. Kesemuanya itu berasal dari Madiun kecuali saya dari Boyolali dan kak Rizal dari Trenggalek.

Secara geografis letak SD Cermo 3 memamg agak tinggi dan di bawah gunung Wilis. Untuk mencapai medan sekolah tidak terlalu sulit dan bisa dilalui dengan mobil maupun motor. Hanya saja jalnnya yang belom teraspal semua dan terbuat dari tanah liat. Halaman sekolah cukup luas dan belum di paving atau di semen, jadi masih tanah liat sehingga setelah hujan dan masuk ke kelas maka akan kelihatan kotornya. Maklum saja kelas sudah dikeramik warna putih. Jumlah ruangan di SD 3 Cermo masih kurang karena untuk kelas 1 dan 2 itu digabung dan kelas 3 dan kelas 4 juga demikian. Hal ini dikarenakan jumlah murid yang terbatas sehingga pemerintah enggan untuk membangunkan ruang tambahan. Jumlah murid di SD ini tidak banyak disekitaran angka 53 jadi dengan inspirator pengajar sejumlah 6 dirasa cukup.

Seperti biasa untuk penyampaian materi dari pengajar dilakukan secara rooling dengan durasi 30 menit. Kesan anak-anak sangan antusiasme dengan kegaiatan ini, terbukti mereka mau mengikuti sejumlah instruksi dari relawan pengejar. Ada yang mengajak senam, tepuk, nyanyi maupun flasmob. Pada saat mengajar saya menggunakan bantuan media boneka baru saya yang bernama Wira. Adapaun untuk media lain dengan mengurutkan angka dan warna untuk SD kelas rendah. Disamping itu saya juga sisipkan ice breaking permaianan untuk mengenalkan siapa saya, alamat saya, pekerjaan saya, manfaat pekerjaan saya bagi masyarakat, dan bagaimana jika ingin menjadi seperti saya. Dengan kehadiran Wira cukup membantu saya, karena ini menjadi daya tarik bagi anak-anak yang masih menyukai bonek. Terkadang saya selipkan dongeng untuk memotivasi anak dalam belajar untuk meraih cita-cita.

Diakhir pertemuan kami berkumpul bersama-sama di halaman sekolah. Ada guru, relawan pengajar, relawan dokumentator, relawan fasilitator dan anak-anak yang masih semangat. Kami ajak mereka untuk flasmob dengan instrument musik pinguin dan maumere. Mereka sangat senang hingga sampai mengulang 3 kali gerakan, karena saking semangatnya. Setelah itu Kami ajak mereka untuk menuliskan cita-cita mereka di pohon cita-cita yang terbuat dari Banner. Pohon itu nanti akan ditinggal di sekolahan sehingga dapat menjadi memori bagi guru dan anak-anak. Hingga akhirnya kami ajak untuk poto bersama yang diikuti letusan potongan kertas dan asap yang diguanakan untuk menyemarakkan acara cloosing ceremoni kelas inspirasi Madiun. Tunggu kami di Kelas Inspirasi selanjutnya !!!!!! Berikut Liputannya https://www.youtube.com/watch?v=HBVdKCFj010

kelas Inspirasi Boyolali

Sabtu 10 september 2016, hari yang cerah dan cukup dingin diwilayah Kecamatan Ampel. Ini merupakan bagain dari Kabupaten Boyolali yang letaknya sebelah barat dan bersebelahan dengan Salatiga. Lokasi yang digunakan untuk Kelas Inspirasi adalah di SD 1 Ngagrong yang secara letaknya dari jalur bis arah Semarang masuk sekitar 10 Km. Lokasinya agak tinggi dan berada di bawah jalur pendakian gunung merbabu. Jadi bisa dibayangkan betapa indahnya pemandagan untuk spot foto dan dinginnya suhu udara.Pemilihan SD tersebut berdasarkan penjelasan dari kepala UPTD kecamatan Ampel bahwa dipilihkan SD dengan jumlah murid yang paling banyak yaitu 237 mulai dari kelas 1 sampai kelas 6. Hari inspirasi telah tiba dan senang sekali bisa beetemu dengan teman yang baru lagi yaitu para fasilitator (kak azizah, kak fatonah, kakerlando, kak ika dan titis) fotografer dan videografer. Tentunya yang tidak ketinggalan dengan para inspirator yang hebat seperti ibu catur (perpajakan RI), pak tama (network ingenerr), pak joko (polisi), Pak sadewo (tentara), kak Risha (fashion marchendiser), ibu isnanni (pengajar PAUD dan pemerhati disabilitas).14212198_1376354202378899_8450927897517520828_n

Untuk kegiatan ini secara seremonial hampir sama dengan kegiatan kelas inspirasi di tempat yang lain. Tapi pasti ada yang berbeda karena lokasinya berbeda dan anak-anaknya pun beragam. Jujur ini merupakan kelas inspirasi yang pernah saya ikuti dengan jumlah murid yang paling banyak. Biasanya tidak lebih dari 100 anak untuk kelas 1-6. SD ngagrog sepertinya SD pilihan di kecamatan Ampel karena dari lahannya yang sagat luas dengan ditambah fasilitas yang memadai. Kesan lain dengan jumlah anak sebanyak itu, tidaklah sulit untuk mengatur mereka. Karena mereka sangat patuh dengan berbagai instruksi yang disarankan oleh para relawan. Jarang ada anak yang ramai saat pembelajaran, tidak fokus atau bermain sendiri.

Saat saya menyampaikan profesi saya sebagai dosen, semua anak dari kelas 1 -6 tidak ada yang tahu. Mereka kurang familier dengan profesi tersebut. Betapa malunya saya, karena pilihan pekerjaan yang saya geluti tidak dikenal oleh anak. Jadi mana mungkin profesi tersebut mau dipilih oleh mereka, jika dikenal saja tidak. Saya punya lain untuk mengenalkan profesi tersebut dengan cara menyamakan pekerjaan dosen sama dengan guru-guru mereka. Hanya terdapat perbedaan di objek yang dididik dan lokasi pendidikan. Setelah diberi penjelasan demikian, mereka telah paham dengan profesi saya. Dampaknya ada anak yang kemudian merasa tertarik untuk mengikuti jejak saya.

Pembelajaran saya menggunakan kartu bilangan untuk menjelaskan tentang aktivitas profesi saya. Anak anak sangat menikmati dengan permainan tersebut, meskipun itu digunakan untuk kelas anak usia dini. Aksi mereka seru karena ada yang saling berebut untuk mengerjakan sendiri, padahal mereka berkelompok dengan jumlah sekitar 10 anak. Tidak hanya itu ditengah pembelajaran saya juga memberikan ice breaking yang membuat anak terpingkal-pingkal dengan aksi saya. Adapun untuk akhir cerita saya mengajak mereka untuk ikrar janji bahwa mereka siap untuk taat kepada Tuhannya, berbakti orangtua, sayang guru, sayang sesama, tidak lupa belajar dan berdoa, serta mereka pasti bisa

Pembelajaran di rendah (kelas 1 dan 2) sangat menyenangkan dan ini saya berhasil menghibur mereka dengan aksi dongeng. Sebelumnya ada inspirator yang merasa kewalahan mengajar kelas tersebut, karena mereka masih kecil dan belom memahami tentang arti profesi. Ada yang menangis juga saat diajar oleh inspirator yang dikarenakan mereka cukup asing dengan kedatangan orang baru. Saya menggunakan dongeng untuk memperkenalkan profesi saya kepada mereka. Tidak menggunakan media dongeng hanya saja penguatan tokoh fiktif yang saya ciptakan dalam cerita. Hasilnya sangat memuaskan karena mereka memperhatikan sejak awal hingga selesai. Guruny yang mendampingi anak memberikan respon positif dengan senyuman yang dilontarkan kepada saya.

Di akhir catatan ini yang ingin saya sampaikan bahwa kebahagian ini bukan hanya milik kita saja, namun kebahagiaan milik semua anak Indonesia. Setidaknya kita dituntut untuk memberikan kebahagiaan tersebut dengan cara berbagi. Sangat banyak cara untuk berbagi salah satunya dengan berbagi inspirasi atau pengalaman. Materi akan habis begitu saja, namun ketika inspirasi yang kita berikan harapnnya mampu membuka pikiran mereka, tumbuhnya motivasi dan semangat untuk menggapai cita-cita. Melalui gerakan kelas inspirasi Boyolali ini harapannya kelak akan muncul generasi penerus yang melanjutkan perjuangan warga Boyolali khususnya dan Indonesia umumnya. Terimakasih. Berikut liputannya https://www.youtube.com/watch?v=eqFdM3SzWmQ