DONGENG ANAK DI RADIO

20597153_1764850130195969_5452417899604676155_nHari , tanggal 20 Agustus 2017 Kali ini saya akan berbagi cerita tentang kegiatan rutin sebagai pengisi radio dengan judul dongeng anak. Kak Sidik mendapat kepercayaan sebagai pengisi acara di radio Al Manar Ponorogo dengan chanel 99,5 FM atau via streaming di www.umpo.ac.id sebagai tempat untuk berbagi cerita kepada para pendengar radio. Kegiatan bercerita on radio dilaksanakan secara rutin pada hari minggu pukul 09.00 WIB. Tema yang diangkat adalah nilai-nilai karakter yang bersumber dari agama maupun tokoh nasionalis.

Bagi saya mendongeng lewat radio merupakan pengalaman pertama, meskipun sebelumnya saya sudah siaran di televisi.  Dongeng lewat radio dan televisi memiliki perbedaan dalam hal teknis pelaksanaanya. Kalau di televise persiapan harus matang mulai dari menghafal teks, ekspresi dan variasi suara. Ketiga aspek tersebut harus matang, karena secara audio visual aksi kita diperhatikan oleh audience. Berbeda dengan radio yang hanya mengandalkan suara saja. Di radio kita bisa membawa teks namun ekspresi wajah tidak harus ekspresif.

Dongeng anak di radio Al Manar Ponorogo saya fokuskan pada permasalahan yang sering dialami anak. Saya pilih kasus yang memang perlu mendapat penanganan yang serius. Namun kami juga tidak melupakan nilai karakter yang lain. Sebagai contoh saat ini baru maraknya penurunan kecintaan membaca buku pada anak, dan mereka lebih suka membawa HP. Kasus tersebut berbeda halnya dengan menurunnya kasus kedisiplinan anak yang sering dating terlambat. Dari kedua kasus tersebut maka hal yang krusial untuk segera ditangani adalah masalah HP karena jika hal tersebut diteruskan pada dampaknya akan mengganggu aktivitas belajar anak.

Tujuan lain dari acara dongeng on radio adalah memberikan referensi bagi orangtua untuk memberikan pilihan acara yang terbaik bagi buah hatinya. Disamping itu orangtua juga dapat belajar tentang teknik bercerita yang ia dengarkan melalui radio. Dengan seringnya mendengar dongeng, diharapkan virus mendongeng tersebut dapat ditiru oleh orang tua dan dipraktekkan kepada anak-anaknya.

Iklan

TALKSHOW PENDIDIKAN DI TELEVISI

IMG-20170522-WA0032Hari, tanggal 23 Mei 2017 Dunia dongeng perlahan lahan mengajak saya untuk tampil diberbagi event maupun media. Saat ini saya tampil di Televisi MTA (Majelis Tafsir Al Quran) yang berpusat di Surakarta. Channel televisi ini bisa dinikmati untuk wilayah Soloraya maupun melalui TV Kabel. Kesempatan itu saya bersama Kak Yo dimintai oleh pihak televisi untuk mengisi talkshow pendidikan dengan tema dongeng. Bagi saya ini merupakan pengalaman perdana tampil di televisi dan perasaannya pun gembira. Perasaan grogi dan takut salah saat di depan kamera pasti ada. Makanya modal kuat yang saya siapkan adalah menata pemilihan kata, intonasi, mimik wajah dan suaranya.

Kegiatan yang berlangsung pukul 15.00 WIB ini dipandu oleh Kak firman sebagai pembawa acara. Namun sebelum acara dimulai beliau menjelaskan tentang teknis talkshow seperti arah pandangan mata, intonasi suara yang keras, tidak boleh iklan, tidak boleh menyinggung komunitas dan sebagainya. Acara dimulai dengan pemaparan materi dari Saya dan Kak Yo tentang urgensi dongeng dalam pendidikan karakter. Selang beberapa menit pembawa acara melemparkan pertanyaan secara bergiliran kepada saya dan Kak Yo. Adapun beberapa pertanyaan dari pembawa cara adalah (1) Bagaimana dongeng berpengaruh dalam pendidikan karakter anak, (2) Bagaimana strategi dongeng dalam mentransfer nilai kepada anak, (3) Bagaimana tahapan dongeng untuk mendidik anak sehingga menjadi kebiasaan.

            Acara yang dipancarkan luas diseluruh Indonesia melalui TV kabel ini semakin menarik ketika beberapa pernyataan dari narasumber yang memancing pertanyaan pembawa acara. Setiap argument baru yang dilontarkan saya maupun Kak Yo, pembawa acara selalu memberikan tanggapan, sanggahan, maupun pertanyaan lanjutan. Namun keceriaan talkshow juga terkadang terhenti dengan adanya iklan yang lewat. Acara semakin meriah ketika di akhir acara yaitu pembawa acara memberikan tantangan kepada Kak Yo untuk bermain sulap dan Saya diminta untuk mendongeng tanpa alat peraga. Akhirnya kami berdua menerima tantangan spontan tersebut dengan aksi yang spektakuler. Pembawa acara yang menyaksikan langsung sulap dari Kak yo terheran heran ketika tali yang utuh bisa menjadi putus, kertas bisa hilang dan sebagainya. Puncaknya adalah saat saya menampilkan dongeng dengan judul persahabatan Kera dan Gajah. Cerita tersebut saya kemas dengan permaianan suara, penguatan ekspresi dan dramatisasi adegan. Akhirnya tepat pukul 16.00 WIB acara selesai dan kami menyampaikan pesan kepada orangtua dan guru untuk membumikan kembali dunia dongeng dihadapan anak-anak

SAFARI DONGENG RAMADHAN 1438H/ 2017

19225755_1701555039858812_7407074290381389217_nRamadhan telah tiba, hore…hore hatiku gembira. Begitulah ungkapan keceriaan anak-anak ketika Ramadhan telah dimana. Dimana kedatangan bulan Ramdahan bersamaan dengan libur akhir semester genap. Jadi kegembiraan anak lengkap sudah. Mereka gembira karena semarak gebyar kegiatan Ramadhan yang sangat menyenagkan. Dimana ada kegiatan TPA, buka bersama, pesantren kilat bahkan mabit (malam bina iman dan taqwa).

Saat ramadhan kini banyak TPQ (Taman Pendidikan Al Quran) yang mulai diaktifkan selama satu bulan penuh. Tujuannya adalah untuk mengajarkan anak-anak tentang belajar membaca, menulis Al Quran. Supaya mereka mendapatkan pahala dan keberkahan dari membaca Al Quran. Alasan lain adalah untuk mengisi waktu hingga sampai adzan Magrib. Makanya jadwal TPA nya pun semakin lama yaitu sampai magrib atau saat buka puasa.

Selama bulan Ramadhan kegiatan TPQ semakin bervariasi, salah satunya adalah kegiatan mendongeng. Seperti halnya yang dilakukan oleh kak Sidik dan Wira untuk menjadi pemateri dalam kegiatan mendongeng sambil berbuka puasa. Tempatnya selalu berpindah-pindah mulai dari Karisidenan Surakarta hingga Provinsi Jawa Timur. Tercatat selama Bulan Ramadhan ini Kak Sidik telah melakukan safari dongeng di 15 titik, sebagaimana terlampir di bawah ini:

  1. Bakti Sosial HMPS PPKn Unmoh Ponorogo
  2. SD 2 jaten Karanganyar Solo
  3. PLB FKIP UNS
  4. Dompet Sedekah Harapan
  5. SD 1 Polan Klaten
  6. SD 2 Ngaru-Aru Boyolali
  7. SD 1 Ngagrong Ampe Boyolali
  8. SD 3 Boyolali
  9. SD 1 Prawit Solo
  10. Yatim mandiri Ponorogo
  11. TPQ Bu Intan Jenangan Ponorogo
  12. TPQ AL Huda Karanganom Klaten
  13. TPQ AL Huda Bibis Wetan Solo
  14. TPQ AL Huda Mojo Laban Sukoharjo
  15. TPQ Baturan Fajar Indah, Solo

 

 

Kak Sidik Hibur Peserta Lomba Ayo Sarapan Sehat

IMG_20170416_111847

Wonogiri, 16 April 2017. Pendopo Kabupaten Wonogiri tampak berbeda dengan hari Minggu biasanya. Mungkin setiap Minggu tempat tersebut sepi karena aktivitas perkantoran yang libur. Namun kali ini tampak ramai oleh kumpulan anak-anak dan orangtua yang memadati gedung sejak pagi. Para orangtua sedang mendampingi putra putrinya untuk mengikuti lomba mewarnai dan lomba menghias roti. Mereka  berusia 4-10 tahun berkompetisi untuk memperebutkan juara utama dalam lomba yang bertemakan Ayo Sarapan sehat. Lomba tersebut merupakan roadshow yang diselenggarakan di Solo Raya yang meliputi 7 kota yaitu Kota Solo, Wonogiri, Sukoharjo, Karanganyar,  Boyolali, Sragen, dan Klaten.

Wonogiri adalah kota yang kedua yang diselenggarakan dengan antusiasme peserta yang cukup banyak. Mereka datang secara kolektif yang sengaja diikutkan oleh gurunya setingkat PAUD dan sekolah dasar. Disatu sisi anak dimotivasi untuk dapat meraih juara, namun namun asumsi lain bahwa kegiatan tersebut dapat melatih anak untuk mengasah kreativitasnya. Selain itu dari kegiatan tersebut sebagai ajang untuk memperkenalkan pentingnya sarapan sehat bagi anak-anak. Hal tersebut telah diperkuat oleh Mira Wulandari selaku penyelenggara yang menyampaikan bahwa acara tersebut memiliki dua tujuan.  Pertama, mengedukasi para siswa untuk mengetahui pentingnya sarapan pagi. Kedua, meningkatkan kreativitas siswa dalam ajang mewarnai dan membuat sarapan yang sehat berbahan roti.

Acara berjalan lancar mulai pukul 09.00 sampai 12.00 WIB. Rangkaian acara selain lomba juga ada hiburan dongeng dari Kak Sidik Nuryanto. Beliau adalah perwakilan dari Istana Dongeng Nusantara yang sengaja digandeng panitia untuk memberikan cerita motivasi bagi anak-anak. Dalam dongengnnya Kak sidik mengambil judul “Alfa bukan anak yang bodoh”. Menceritakan tentang kisahnya Thomas Alfa Edison yang dahulu dikeluarkan dari sekolahnya karena kebanyakan tanya dan dikira bodoh oleh gurunya. Dia ditolak oleh beberapa sekolahan karena kekritisannya untuk tahu suatu hal. Padahal indikator banyak tanya adalah anak yang cerdas dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Pernyataan demikian benar adanya, karena meskipun ia belajar hanya dengan orangtunya namun bercita-cita ingin membuat lampu. Awalnya cita-cita Alfa sempat diragukan oleh teman-temannya karena dia dikira bodoh. Berkat belajar yang serius dan usaha yang sungguh-sungguh akhirnya Alfa dapat mewujudkan impiannya untuk membuat lampu. Sehingga saat ini kita dapat merasakan buah karya dari Thomas Alfa edison yang mana ketika malam tidak kegelapan.

 Anak-anak selama mengikuti sajian dongeng dari Kak Sidik cukup tenang. Mereka dengan serius memperhatikan ceritanya sambil dalam hatinya berharap menjadi juara lomba, karena penjurian diumumkan setalah dongeng selesai. Penyajian dongeng Kak Sidik tidak berfokus pada cerita saja namun mengkolaborasikan dengan hiburan. Seperti halnya penggunaan nyanyian, tepuk, yel-yel motivasi maupun variasi suara yang membuat anak-anak tertawa lepas. Makanya durasi 30 menit mendongeng dapat dinikmati anak-anak dengan tertib dan kondusif.

Koran: http://harianwonogiri.com/kak-sidik-hibur-peserta-lomba-ayo-sarapan-sehat/

TRAUMA HEALING KORBAN LONGSONG BANARAN, PONOROGO

IMG20170408082832Kegiatan ini digelar selama dua hari yang mana pada tanggal Sabtu, 8 April 2017 digandeng oleh Baitul Mall Hidayatullah Surakarta. Sedangkan Hari ahad 9 April 2017 bersama Madiun Mengajar. Satu pekan yang lalu tepatnya tanggal 1 April 2017 anak_anak menjadi saksi bencana alam yg telah menghilangkan harta, mainan, rumah, bahkan keluarganya. Tanah longsong begitu dahsyat menenggelamkan rumah serta harta benda mereka. Kejadian berlangsung selama tidak lebih dari 5 detik namun 28 nyawa meninggal akibat runtuhnya tanah yang ada di atas perumahan mereka.

Pada hari pertama, sabtu 8 April kak Sidik berkesempatan untuk menghibur anak-anak baik korban maupun yang terkena dampak bencana. Kegiatan dipusatkan di SD Banaran yang mana aktivitas sekolah tetap berjalan, sehingga mempermudah untuk mengumpulkan anak. Mengingat hari tersebut masih proses evakuasi pencarian korban sehingga masih banyak relawan maupun warga yang berkunjung ke Lokasi. Lokasi bencana memang saat itu berubah menjadi ramai oleh warga sehingga akses untuk mencari para korban sangatlah susah. Korban tidak difokuskan di satu titik pengungsian, namun mereka inisiatif sendiri untuk ikut terhadap keluarganya yang selamat.

Kesempatan itu jumlah anak yang terkumpul sekitar 100 an anak dari kelas 1 hingga kelas 6. Kak sidik seperti biasa menyampaikan dongeng dengan judul pentingnya belajar dan usaha keras. Dalam penyampaiannya saya memotivasi mereka tentang pentingnya usaha yang keras untuk mencapai cita-citanya. Dukungan lain selain dongeng, saya menggunakan tepuk, yel-yel maupun nyanyian yang tujuannya untuk memunculkan tawa canda dari mereka. Supaya mereka tidak terbebani lagi dengan musibah yang selama ini menimpa diri dan keluargnya.

Pada hari kedua Ahad 9 April 2017, Kegiatan masih sama yaitu trauma healing korban bencana longsor Banaran, Pulung, Ponorogo. Mengembalikan keceriaan mereka supaya bangkit, tetap semangat menatap masa depan dan mau berangkat sekolah lagi. Kali ini pesertanya lebih sedikit mengingat posisi anak yang terpencar dan hari ahad, sehingga banyak komunitas yang berdatangan dengan kegiatan serupa. Ada anak yang namanya Talita, Vida, wida, wawa, zaki, alif, dan adiknya. Menjajaki apa yang mereka cita_citakan. Serta memberinya motivasi bahwa ketika dekat dengan Allah dengan penuh semangat ikhtiar, berdoa, dan tawakal pasti ada jalan.

Link video: https://www.instagram.com/p/BSw4iQRhAzQ/?taken-by=madiunmengajar

 

SAFARI DONGENG WONOGIRI

IMG-20170226-WA0037-696x392Selogiri,(harianwonogiri.com)-Ahad, 26 Febuari 2017 sejumlah anak-anak dari Taman Pendidikan Al Quran (TPQ) berkumpul di Masjid Al Hidayah Jetak, Desa Pule, Kecamatan Selogiri. Mereka sejak pukul 08.00 WIB sudah memadati ruangan dan halaman masjid untuk mengikuti serangkaian acara yang disiapkan oleh panitia. Acara yang disuguhkan pada hari tersebut diantaranya pembacaan puisi, pildacil, hafalan surat dan doa, serta dongeng islami. Acara yang diselenggarakan oleh perkumpulan TPQ Selogiri ini berhasil menarik perhatian anak-anak. Hal ini dibuktikan dengan hadirnya puluhan perwakilan TPQ dengan jumlah santri ratusan.

Pernyataan tersebut diperkuat oleh ketua pelaksana, Tri “Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah 11 TPQ dengan jumlah peserta kisaran 300 santri, yang mana tujuan kami adalah untuk saling mengenalkan antar santri TPQ dan memperkuat ukhuwah islamiah”.Dia  menambahkan bahwa kegiatan tersebut perdana dan antusiasme anak begitu besar untuk hadir dan ikut berpartisipasi. Ke depannya acara yang serupa akan tetap digelar setiap tahunnya dengan target bertambahnya jumlah peserta, dan rangkaian acara yang variatif.Silaturahmi yang digelar sejak pukul 08.00 hingga 11.30 WIB ini terhitung sukses dengan terpenuhinya seluruh acara dan peserta mengikuti sampai akhir. Hal ini tidak lepas dari dukungan para ustad/ustadzah yang dengan sabar mendampingi para santri dan santriwatinya. Tidak hanya itu mereka juga melatih santri untuk tampil sebagai pengisi acara. Mengingat ada sejumlah santri yang unjuk kebolehan dengan membacakan puisi, hafalan doa dan surat maupun pildacil.

Dalam acara tersebut juga terdapat puluhan bungkus doorprize yang diperuntutkan bagi peserta, sehingga para santri dengan senang hati menunggu acara hingga selesai. Dengan harapan mengambil pesan acara serta mendapatkan hadiah yang menarik. Puncak dari acara silaturahmi ini adalah dongeng islami yang disampaikan oleh kak Sidik dari Istana Dongeng Nusantara. Dia mengambil kisah islami yang terdapat dalam surat Al Fiil dengan pertimbangan sasarannya anak TPQ dan memperkuat akidah para santri. Dalam kisah tersebut diceritakan tentang Raja Abraha beserta pasukan Gajah yang ingin menghancurkan Kakbah. Namun niat yang jelek tersebut tidak berhasil karena Allah telah menurunkan burung Ababil yang membawa batu dari neraka untuk melawan pasukan Kafir Abraha. Akhirnya Kakbah tidak mampu dihancurkan sedangkan bala tentara Abraha mati terkena batu yang dibawa Ababil.

Cerita yang disampaikan Kak Sidik mampu menarik perhatian anak, yang terkadang menyisipkan ice breaking maupun yel-yel saat anak sudah mulai bosan. Tidak jarang tawa canda peserta riuh saat kak Sidik mempergakan adegan seperti jalan kaki dengan diiringi suara, menirukan ragam suara hewan, maupun alat transportasi. Dia sendiri menyampaikan bahwa bercerita diahadapan anak-anak itu harus memuat dua unsur yaitu hiburan dan pendidikan nilai/ akhlak.

“Jadi dalam pelaksanaan cerita tetap ada hiburan yang disesuaikan dengan karakteristik audience. Terlebih kisaran santri TPQ adalah usia TK dan SD. Makanya sangat cocok diberikan dengan cara yang menyenangkan seperti dengan tepuk, nyanyian, yel-yel maupun dramatisasi adegan,” tutur Sidik. Sidik menambahkan,aspek pendidikan moral atau akhlak yang tidak kalah penting untuk disampaikan kepada santri. “Nilai inilah yang perlu dikenalkan kepada anak, dan harapannya mereka dapat mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Jadi dalam bercerita atau dongeng kedua aspek hiburan dan pendidikan moral harus berjalan seimbang,” tutup Sidik. (Redaksi)

Sumber:

http://harianwonogiri.com/2017/02/28/istana-dongeng-nusantara-sapa-tpq-desa-pule-kecamatan-selogiri/

 

Trauma Healing Bima, NTB

15965842_1520075268006791_6765829341048641364_nBima, NTB 12-15 Januari 2017. Ulasan tentang perjalanan Kak Sidik Nuryanto ke Bima, NTB dalam rangka trauma Healing korban Banjir Bandang. Kesempatan ini Kak sidik perwakilan dari Istana Dongeng Nusantara (IDN) digandeng oleh BMH (Baitul Mal Hidayatullah) Solo sebagai lembaga zakat dan sosial. Perjalanan dari Bandara Adi Sumarmo Solo hari Kamis pukul 06.00 menuju ke Bandara Bali, Ngurah Rai. Sesampainya disana pada pukul 08.00 Waktu Indonesia Timur. Perjalanan kami lanjutkan dari pukul 11.45 ke Bandara Sultan Hasanudin Bima dan sampai pada pukul 12.45. Kami sudah dijemput oleh perwakilan BMH Bima untuk mengantar kami ke lokasi korban banjir.

            Kami sejumlah 3 orang sampai di penginapan warga di daerah Salama, Nae, Kota Bima dengan selamat. Untuk hari Kamis kami masih istirahat dan menyiapkan alat dan bahan serta strategi untuk kegiatan trauma healing. Diantaranya kegiatan survei lokasi yang terkena dampak banjir, silaturahmi ke warga sambil mendapatkan info tentang kronologi bencana, menyusun daftar lokasi yang akan dikunjungi, hingga menyiapkan amunisi berupa dooprize buat anak-anak. Setelah melihat kondisi disana sungguh keadaannya memprihatinkan. Sampah masih berserakan dijalan hingga menumpuk di beberapa tempat. Kondisi rumah banyak yang ambruk dan terbawa arus, namun ada juga yang masih utuh hanya saja segala isi perabotan rumah sudah ludes. Rumah panggung yang terbuat dari kayu hanyut terbawa derasnya air banjir. Kondisi banjir sebenarnya sudah menjadi kebiasaan warga Bima, hanya saja tidak sebesar pada hari tersebut. Keadaan yang sama telah terjadi pada sepuuluh tahun yang lalu, yang mana diakibatkan karena lokasi yang berupa cekungan seperti mangkok, sehingga meskipun daerah tersebut tidak hujan, namun dapat berpotensi banjir karena sumber air dari gunung tidak mampu diserap hutan.

Hari jumat mulai pukul 06.00 kami sudah beraksi untuk memberikan masker gratis kepada para warga yang melintas. Kami berada di perempatan jalan sambil memberikan maskaer dengan tujuan terjaga kesehatannya. Selang beberapa jam kira-kira pukul 08.00 Kak sidik harus segera berpindah lembaga untuk trauma healing dengan cara mendongeng, ice breaking serta motivasi. Adapun beberpa lembaga diantaranya (1) BA/TK/PAUD Ya Bunayya, (2) SD Lukmanul Hakim, (3) SD 16 Salama,  (4) TPQ Baitul Hamid. Roadshow dongeng tersebut diberikan secara estafet dari pagi hingga sore. Adapun cerita yang disampaikan tentang ketabahan seseorang dalam meraih cita-citanya. Anak-anak sangat senang mengikuti acara tersebut karena lucu dan menarik perhatian anak. adapun dari guru ada yang berkomentar bahawa kegiatan seperti ini membuat anak dapat lupa terhadap musibah yang dialaminya.

Hari Sabtu mulai pukul 07.00 Roadshow dongeng masih berlanjut di (1) MIN Tolobali, (2) SD 54 Pane. Kali ini hanya dua lembaga, namun untuk MIN Tolobali jumlah muridnya sangat banyak yaitu 760 anak. Sebagai lembaga setingkat SD dan berbasis Islami, ternyata memiliki jumlah kelas paralel sampai 4 sehingga tempat yang digunakan di halaman sekolah. Anak-anak duduk bersila dihalaman sekolah sambil mendengarkan dongeng. Terik matahari yang panas, tidak menyurutkan semangat anaj untuk terus mendengarkan cerita kak Sidik. Hasilnya banyak anak yang antusiasme mengikuti dengan tawa canda, dan teriakan yel-yel. Diakhir acara guru MIN memberikan sambutan bahwa dirinya selaku kepala sekolah sangat senang, karena anak-anak dapat terhibur. Hingga akhirnya mengajak anak-anak untuk mengucapkan terimakasih kepada Kak Sidik.

Roadshow dongeng telah usai, pada hari Ahad tanggal 16 saatnya kembali ke solo dengan naik pesawat udara Lion Air Grup. Berangkat dari Bandara Sultan Hasanudin Bima pada Pukul 06.00 dengan Wings Air dan transit di Lombok. Setelah itu langsung bertolak ke Solo dengan Lion Air dan sampai di Adi Sumarmo pada pukul 09,00. Merasa senang bisa ikut andil untuk membantu korban bencana banjir. Meskipun bukan berupa uang atau harta benda, namun saya senang karena ikut meringankan korban khususnya anak-anak. melalui cerita yang bermuatan nilai dan hiburan harapnnya dpat menghibur mereka dan memantik semangatnya untuk tetap melanjutkan perjuangan hidup dan cita-citanya.