Bimbingan Konseling AUD

resize_91414bukupeganganbimbingankonselinguntukpaudMata kuliah Bimbingan dan Konseling  ini mempelajari tentang penyelenggaraan layanan Bimbingan dan Konseling untuk Anak Usia Dini. Mata kuliah memberikan pemahaman bagaimana menyelesaikan masalah yang dihadapi anak agar anak dapat mengoptimalkan kemampuannya. Mata kuliah ini iga membentu orag tua untuk mengetahui problem yang dihadapi anak. Adapun setelah menyelesaikan perkuliahan mahasiswa diharapkan : (1) Mampu memahami pentingnya BK di AUD. (2) Mampu memberikan Layanan BK untuk AUD. (3) Mampu merencanakan, melaksanakan dan mengasesment layanan BK untuk AUD. (4) Mampu menangangi kasus BK di AUD.

Berikut ini lampiran yang bisa di unduh

  1. Materi Kuliah Pertemuan pertemuan 1-6

SAFARI DONGENG WONOGIRI

IMG-20170226-WA0037-696x392Selogiri,(harianwonogiri.com)-Ahad, 26 Febuari 2017 sejumlah anak-anak dari Taman Pendidikan Al Quran (TPQ) berkumpul di Masjid Al Hidayah Jetak, Desa Pule, Kecamatan Selogiri. Mereka sejak pukul 08.00 WIB sudah memadati ruangan dan halaman masjid untuk mengikuti serangkaian acara yang disiapkan oleh panitia. Acara yang disuguhkan pada hari tersebut diantaranya pembacaan puisi, pildacil, hafalan surat dan doa, serta dongeng islami. Acara yang diselenggarakan oleh perkumpulan TPQ Selogiri ini berhasil menarik perhatian anak-anak. Hal ini dibuktikan dengan hadirnya puluhan perwakilan TPQ dengan jumlah santri ratusan.

Pernyataan tersebut diperkuat oleh ketua pelaksana, Tri “Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah 11 TPQ dengan jumlah peserta kisaran 300 santri, yang mana tujuan kami adalah untuk saling mengenalkan antar santri TPQ dan memperkuat ukhuwah islamiah”.Dia  menambahkan bahwa kegiatan tersebut perdana dan antusiasme anak begitu besar untuk hadir dan ikut berpartisipasi. Ke depannya acara yang serupa akan tetap digelar setiap tahunnya dengan target bertambahnya jumlah peserta, dan rangkaian acara yang variatif.Silaturahmi yang digelar sejak pukul 08.00 hingga 11.30 WIB ini terhitung sukses dengan terpenuhinya seluruh acara dan peserta mengikuti sampai akhir. Hal ini tidak lepas dari dukungan para ustad/ustadzah yang dengan sabar mendampingi para santri dan santriwatinya. Tidak hanya itu mereka juga melatih santri untuk tampil sebagai pengisi acara. Mengingat ada sejumlah santri yang unjuk kebolehan dengan membacakan puisi, hafalan doa dan surat maupun pildacil.

Dalam acara tersebut juga terdapat puluhan bungkus doorprize yang diperuntutkan bagi peserta, sehingga para santri dengan senang hati menunggu acara hingga selesai. Dengan harapan mengambil pesan acara serta mendapatkan hadiah yang menarik. Puncak dari acara silaturahmi ini adalah dongeng islami yang disampaikan oleh kak Sidik dari Istana Dongeng Nusantara. Dia mengambil kisah islami yang terdapat dalam surat Al Fiil dengan pertimbangan sasarannya anak TPQ dan memperkuat akidah para santri. Dalam kisah tersebut diceritakan tentang Raja Abraha beserta pasukan Gajah yang ingin menghancurkan Kakbah. Namun niat yang jelek tersebut tidak berhasil karena Allah telah menurunkan burung Ababil yang membawa batu dari neraka untuk melawan pasukan Kafir Abraha. Akhirnya Kakbah tidak mampu dihancurkan sedangkan bala tentara Abraha mati terkena batu yang dibawa Ababil.

Cerita yang disampaikan Kak Sidik mampu menarik perhatian anak, yang terkadang menyisipkan ice breaking maupun yel-yel saat anak sudah mulai bosan. Tidak jarang tawa canda peserta riuh saat kak Sidik mempergakan adegan seperti jalan kaki dengan diiringi suara, menirukan ragam suara hewan, maupun alat transportasi. Dia sendiri menyampaikan bahwa bercerita diahadapan anak-anak itu harus memuat dua unsur yaitu hiburan dan pendidikan nilai/ akhlak.

“Jadi dalam pelaksanaan cerita tetap ada hiburan yang disesuaikan dengan karakteristik audience. Terlebih kisaran santri TPQ adalah usia TK dan SD. Makanya sangat cocok diberikan dengan cara yang menyenangkan seperti dengan tepuk, nyanyian, yel-yel maupun dramatisasi adegan,” tutur Sidik. Sidik menambahkan,aspek pendidikan moral atau akhlak yang tidak kalah penting untuk disampaikan kepada santri. “Nilai inilah yang perlu dikenalkan kepada anak, dan harapannya mereka dapat mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Jadi dalam bercerita atau dongeng kedua aspek hiburan dan pendidikan moral harus berjalan seimbang,” tutup Sidik. (Redaksi)

Sumber:

http://harianwonogiri.com/2017/02/28/istana-dongeng-nusantara-sapa-tpq-desa-pule-kecamatan-selogiri/

 

Inovasi Pendidikan Anak Usia Dini

innovation_591-300x199

Mata kuliah ini membahas tentang konsep pembaharuan, paradigma pembelajaran PAUD terkini, dan melaksanakan upaya pembaharuan ketika menjadi pendidik. Cakupan materi kuliah ini adalah membekali para pendidik untuk dapat berinovasi menciptakan pembelajaran di PAUD yang efektif, menyenangkan, gembira dan berbobot. Para pendidik juga diharapkan dapat berinovasi guna meningkatkan kualitas pembelajaran yang bermutu.

Berikut ini ada E Book Inovasi Pendidikan yang bisa dijadikan referensi bagi mahasiswa. Tentunya lebih murah karena bisa diperbanyak atau di fotokopi. Semoga Bermanfaat.

  1. inovasi_pendidikan
  2. inovasi-pendidikan-2
  3. inovasi-pendidikan-3
  4. Materi kuliah pertemuan 1-6

Membuat Bubur Kertas dan Batik Jumputan bersama mahasiswa

doraemon2Kata orang kreatifitas tiada batasnya termasuk kreatifitas dalam memanfaatkan barang-barang bekas. Salah satu barang bekas nan bisa dimanfaatkan ialah koran dan kertas bekas. Kedua benda tersebut bisa dijadikan bahan standar primer pembuatan bubur kertas. Nantinya bubur kertas tersebut bisa dijadikan berbagai macam kerajinan seperti gambar timbul, asbak, atau mainan anak-anak. Adapun cara membuat bubur kertastidaklah sulit dan bisa dilakukan sendiri di rumah. Pada kesempatan kali ini mari kita sama-sama belajar membuat bubur kertas. Berikut ini kami sampaikan hasil karya bubur kertas dan batik jumputan karya mahasiswa. Bisa dibuka langsung video tutorialnya.

 

Kelas A

  1. https://youtu.be/06T4SFhVakc
  2. https://www.youtube.com/watch?v=xW7odeBfJJM&feature=youtu.be
  3. https://youtube.com/watch?v=XfE5vChvHrs
  4. https://www.youtube.com/watch?v=uIPxQpYZqh8&app=desktop
  5. https://youtu.be/tJ1loNA-BKs

Kelas B

  1. https://www.youtube.com/watch?v=edZrVi_iHeE&feature=youtu.be
  2. https://youtu.be/20AWbdalGRc
  3. https://www.youtube.com/watch?v=jrNNlk1UaZg&feature=youtu.be
  4. http://youtu.be/HowAkA134d4
  5. https://www.youtube.com/watch?v=P3d8h0nvXKg
  6. https://youtu.be/0xEq45cxiy4

Kelas C

  1. https://www.youtube.com/watch?v=dQMOSEZL2wM&feature=youtu.be
  2. https://www.youtube.com/watch?v=p2OqADB5nVo&feature=youtu.be
  3. https://m.youtube.com/watch?v=75olejHra-M
  4. https://youtu.be/bjupa5jmBE8
  5. https://youtu.be/kKw9Hocl-yM

Kelas D

  1. https://www.youtube.com/watch?v=T_ueBVOPkog&feature=youtu.be
  2. https://www.youtube.com/watch?v=alhJhYaFX5Q&feature=youtu.be
  3. https://www.youtube.com/watch?v=1PqGvLgwJ_w&feature=youtu.be
  4. https://youtu.be/IvfrS_cBS0s

Kelas E

  1. https://www.youtube.com/watch?v=iriVbay3omM&feature=youtu.be
  2. https://www.youtube.com/watch?v=loSIAcvVmSI&feature=youtu.be
  3. https://www.youtube.com/watch?v=z4bg39fqooU&feature=youtube_gdata_player:-
  4. https://www.youtube.com/watch?v=loSIAcvVmSI&feature=youtu.be
  5. https://www.youtube.com/watch?v=1J9UQxtcLCI&feature=youtu.be
  6. https://www.youtube.com/watch?v=ezy0wad_Fr8&feature=youtube_gdata_player

 

 

 

 

 

 

KELAS INSPIRASI MAGETAN 4 # ZONA SDN 5 PARANG

16508891_1549336871747297_1196306383772788529_n.jpgSenin, 6 Febuari 2017. Mengawali awal febuari dengan berbagi di kelas inspirasi Magetan yang ke 4. Kali ini Jargonnya “witing nginspirasi saka kelas inspirasi”. Benar sekali dengan jargon tersebut, yang mana para relawan banyak memulai kelas menginspirasi dari kelas inspirasi. Mungkin awalnya mereka mengenal kelas inspirasi dari media sosial atau rekan kerjanya. Mengamati kegiatannya sepertinya kog menyenangkan bisa bertemu dengan relawan dari berbagai daerah dan latar belakang profesi. Akhirnya iseng-iseng dia pengen bergabung entah menjadi relawan pengajar, dokumentator, dan fasilitator. Seiring berjalannya kegiatan di kelas inspirasi muncullah rasa kecintaan dan kepedulian terhadap sesama. Bahwa diluar sana banyak anak didik yang membutuhkan seorang model atau figur sebagai fasilitator untuk mereka meraih cita-cita. Disamping itu keceriaan dan kesetiakawanan sesama relawan memberikan kesan yang berharga bagi setiap individu untuk tetap menjalin silaturahmi meskipun hari inspirasi telah usai. Rutinitas keaktifan di dalam grup Whattsapp terjalin akrab sesama relawan dengan sekedar kirim tulisan, emoticon, sebar informasi, bahkan candaan, hingga bulian ringan. Itu semua membuat mereka semakin akrab dan kangen untuk bertemu lagi dalam event yang sama. Hingga pada akhirnya mereka terus mencari informasi kelas inspirasi selanjutnya, dan bergabung dengan para relawan. Makanya sekarang banyak pecandu kelas inspirasi yang siap cuti sehari untuk berbagi inspirasi di penjuru negeri.

Kali ini saya berkesempatan berbagi cerita di SDN 5 Parang Magetan. Bersama para relawan hebat yaitu di fasilitator (kak Desi, kak Arina, Kak Diah, Kak Puwadi) dokumentator (kak Eka, kak Hanafi). Relawan pengajar ada 3 yaitu saya sendiri, kak Masruri (camat) dan kak Olik (pedagang). Lokasi SD tidak terlalu sulit medan yang ditempuh, karena masih berada di daerah perkotaan. Makanya saya berangkat pagi dari Ponorogo jam 05.30 dengan waktu tempuh sampai lokasi 30 menit. Meskipun ada relawan yang menginap di salah satu rumah gurunya yang tidak jauh dari SD.

Jumlah murid di di SD parang 5 berjumlah sekitar 50 anak yang terbagi dalam 6 kelas. Saat pelaksanaan kelas inspirasi dibagi menjadi 3 kelompok dengan alasan keterbatasan relawan pengajar dan jumlah murid yang sedikit. Seperti biasa kegiatan hari Inspirasi dimulai dengan upacara bendera yang diikuti seluruh warga sekolah. Setelah itu sepenuhnya diberikan kepada para relawan untuk menghandel acara. Pembukaan inspirasi dimulai dengan orientasi relawan kepada guru dan anak tentang hari inspirasi. Memperkenalkan para relawan, tujuan kegiatan, hingga runtutan acara pada hari inspirasi. Selanjutnya anak-anak bersama relawan senam motivasi dan ice breaking untuk membangkitkan semangat mereka.

Menginjak pukul 08.00 anak-anak masuk kelas dengan arahan para fasilitaor. Mereka dipandu untuk mengenakan ikat kepala yang berisi nama dan cita-cita mereka. Para relawan mulai bergerak masuk kelas dengan pembagian yang telah disepakati. Kelompok 1 (kelas 1 dan 2), Kelompok 2(kelas 3 dan 4), kelompok 3 ( kelas 5 dan 6). Relawan pengajar mulai memperkenalkan siapa dirinya, pekerjaannya, alamatnya, hingga bagaimana cara supaya seperti dirinya. Dari ketiga relawan memiliki cara penyampaian yang berbeda-beda. Kalau saya menggunakan cerita dengan bantuan boneka pupet. Kak olik memperkenalkan pedangang dengan cara bermain peran, sedangkan kak Masruri memperkenalkan Camat dengan menonton Video. Kegiatan materi pengenalan profesi berlanjut hingga jam 11.00 siang.

Pada penutupan hari inspirasi anak diajak untuk menerbangkan pesawat cita-cita.  Mereka secara serempak di halaman sekolah menerbangkan pesawat cita-cita yang telah mereka tuliskan. Harapannya mereka memiliki cita-cita yan tinggi seperti pesawat. Kemudian anak-anak diajak untuk mengecap tangan di kain puti yang telah disiapkan. Cap tangan tersebut diikuti nama dan cita-citanya. Secara bergantian mulai dari kelas 1 hingga kelas 6 memprasastikan nama dan cita-cita mereka dalam sebuah bidang. Harapannya prasasti kain tersebut bisa menjadi pengingat dan pemacu semangat mereka untuk terus bekerja keras meraih cita-citanya. Cukup sekian laporan kelas Inspirasi 4 magetan zona SD 5 Parang. Jika tidak ada halangan tunggu kami di KI Klaten pada tanggal 18 Febuari. #Salam Inspirasi buat para relawan.

Trauma Healing Bima, NTB

15965842_1520075268006791_6765829341048641364_nBima, NTB 12-15 Januari 2017. Ulasan tentang perjalanan Kak Sidik Nuryanto ke Bima, NTB dalam rangka trauma Healing korban Banjir Bandang. Kesempatan ini Kak sidik perwakilan dari Istana Dongeng Nusantara (IDN) digandeng oleh BMH (Baitul Mal Hidayatullah) Solo sebagai lembaga zakat dan sosial. Perjalanan dari Bandara Adi Sumarmo Solo hari Kamis pukul 06.00 menuju ke Bandara Bali, Ngurah Rai. Sesampainya disana pada pukul 08.00 Waktu Indonesia Timur. Perjalanan kami lanjutkan dari pukul 11.45 ke Bandara Sultan Hasanudin Bima dan sampai pada pukul 12.45. Kami sudah dijemput oleh perwakilan BMH Bima untuk mengantar kami ke lokasi korban banjir.

            Kami sejumlah 3 orang sampai di penginapan warga di daerah Salama, Nae, Kota Bima dengan selamat. Untuk hari Kamis kami masih istirahat dan menyiapkan alat dan bahan serta strategi untuk kegiatan trauma healing. Diantaranya kegiatan survei lokasi yang terkena dampak banjir, silaturahmi ke warga sambil mendapatkan info tentang kronologi bencana, menyusun daftar lokasi yang akan dikunjungi, hingga menyiapkan amunisi berupa dooprize buat anak-anak. Setelah melihat kondisi disana sungguh keadaannya memprihatinkan. Sampah masih berserakan dijalan hingga menumpuk di beberapa tempat. Kondisi rumah banyak yang ambruk dan terbawa arus, namun ada juga yang masih utuh hanya saja segala isi perabotan rumah sudah ludes. Rumah panggung yang terbuat dari kayu hanyut terbawa derasnya air banjir. Kondisi banjir sebenarnya sudah menjadi kebiasaan warga Bima, hanya saja tidak sebesar pada hari tersebut. Keadaan yang sama telah terjadi pada sepuuluh tahun yang lalu, yang mana diakibatkan karena lokasi yang berupa cekungan seperti mangkok, sehingga meskipun daerah tersebut tidak hujan, namun dapat berpotensi banjir karena sumber air dari gunung tidak mampu diserap hutan.

Hari jumat mulai pukul 06.00 kami sudah beraksi untuk memberikan masker gratis kepada para warga yang melintas. Kami berada di perempatan jalan sambil memberikan maskaer dengan tujuan terjaga kesehatannya. Selang beberapa jam kira-kira pukul 08.00 Kak sidik harus segera berpindah lembaga untuk trauma healing dengan cara mendongeng, ice breaking serta motivasi. Adapun beberpa lembaga diantaranya (1) BA/TK/PAUD Ya Bunayya, (2) SD Lukmanul Hakim, (3) SD 16 Salama,  (4) TPQ Baitul Hamid. Roadshow dongeng tersebut diberikan secara estafet dari pagi hingga sore. Adapun cerita yang disampaikan tentang ketabahan seseorang dalam meraih cita-citanya. Anak-anak sangat senang mengikuti acara tersebut karena lucu dan menarik perhatian anak. adapun dari guru ada yang berkomentar bahawa kegiatan seperti ini membuat anak dapat lupa terhadap musibah yang dialaminya.

Hari Sabtu mulai pukul 07.00 Roadshow dongeng masih berlanjut di (1) MIN Tolobali, (2) SD 54 Pane. Kali ini hanya dua lembaga, namun untuk MIN Tolobali jumlah muridnya sangat banyak yaitu 760 anak. Sebagai lembaga setingkat SD dan berbasis Islami, ternyata memiliki jumlah kelas paralel sampai 4 sehingga tempat yang digunakan di halaman sekolah. Anak-anak duduk bersila dihalaman sekolah sambil mendengarkan dongeng. Terik matahari yang panas, tidak menyurutkan semangat anaj untuk terus mendengarkan cerita kak Sidik. Hasilnya banyak anak yang antusiasme mengikuti dengan tawa canda, dan teriakan yel-yel. Diakhir acara guru MIN memberikan sambutan bahwa dirinya selaku kepala sekolah sangat senang, karena anak-anak dapat terhibur. Hingga akhirnya mengajak anak-anak untuk mengucapkan terimakasih kepada Kak Sidik.

Roadshow dongeng telah usai, pada hari Ahad tanggal 16 saatnya kembali ke solo dengan naik pesawat udara Lion Air Grup. Berangkat dari Bandara Sultan Hasanudin Bima pada Pukul 06.00 dengan Wings Air dan transit di Lombok. Setelah itu langsung bertolak ke Solo dengan Lion Air dan sampai di Adi Sumarmo pada pukul 09,00. Merasa senang bisa ikut andil untuk membantu korban bencana banjir. Meskipun bukan berupa uang atau harta benda, namun saya senang karena ikut meringankan korban khususnya anak-anak. melalui cerita yang bermuatan nilai dan hiburan harapnnya dpat menghibur mereka dan memantik semangatnya untuk tetap melanjutkan perjuangan hidup dan cita-citanya.

 

 

 

INDONESIA MENDONGENG 4 WILAYAH SAWIT BOYOLALI

INDONESIA MENDONGENG 4 WILAYAH SAWIT BOYOLALI

img-20161225-wa0038

Ahad, 25 Desember 2016 sebagai hari silaturahmi santri TPA/ TPQ nusantara. Dikatakan demikian karena seperti pada tahun sebelumnya kegiatan tersebut sudah rutin dilaksanakan dengan mengangkat tema Indonesia Mendongeng 4 “Santri TPQ Kuat, Cerdas dan Berkarakter. Kegiatan ini diinisiasi oleh LKG TPQ (lembaga Koordinasi Gerakan Taman Pendidikan Al Quran) Solo raya yang bekerja sama dengan Rumah Zakat. Kali ini diselenggarakan di 24 Titik di Solo raya  dan 16 titik mulai dari Aceh hingga Makasar. Tema besar dalam kegiatan ini adalah untuk mulai menghidupkan kembali dunia pendidikan Al Quran, sebagai wadah silaturahmi antar TPQ, penguatan akidah anak, serta penggalangan dana untuk saudara yang ada di Aleppo, Suriah, Palestina, dan Rohingya.

            Kak Sidik Nuryanto kali ini mendapat kesempatan untuk action di Kecamatan Sawit Kabupaten Boyolali. Lokasinya di Pendopo Kecamatan Sawit yang kebetulan tidak jauh dari rumah saya, mungkin sekitar 10 menit dijangkau dengan sepeda motor. Pesertanya luar biasa banyaknya hingga memenuhi pendopo bahkan sampai dibuatkan panggung dipelatarannya. Berdasarkan informasi dari panitia ada sekitar 1000 santri yang hadir yang mana tidak hanya dari kecamatan sawit saja, namun ada dari Banyudono dan Teras.

            Runtutan acara meliputi lomba pawai santri yang terbanyak, terheboh, terunik dan terawal datang. Penampilan salah satu santri Pildacil menambah asik suasana karena materi yang disampaikan sesuai dengan dunianya anak-anak. Kemeriahan acara berlanjut hingga akhir, karena panitia setiap saat membagikan doorprize yang selal dinantikan para santri. Mengingat setiap peserta memegang kartu undian doorprize yang harapannya bisa mendapatkan hadiah utama berupa sepeda baru

            Kak Sidik naik panggung pukul 10.00 dengan durasi yang diberikan panitia 60 menit. Seperti biasa acara pembukaan dibuat dengan penuh ceria yang memunculkan gelak tawa dari para pengunjung. Seperti halnya menggunakan nyanyi, tepuk bahkan yel-yel plesetan. Saat peserta udah mulai terkondisikan, masuk memsukkan  inti cerita dengn kisah dalam Surat Al Fill. Para peserta sangat menikmati sajian cerita dari kami, terlebih saat boneka Wira kami munculkan. Para peserta yang mulanya dibawah pelataran, mulai naik ke Pendopo untuk sekedar menyaksikan penampilan Wira. Selang beberapa menit panita mulai membisikkan jika waktunya udah mulai habis makanya saya selesaikan ceritanya. Menuju acara penutupan kami gunakan renungan doa untuk menggugah kaum muslim yang hadir untuk ikut mendoakan saudara kita yang ada di Suriah, Rohingya, Palestina dan Aleppo. Banyak peserta baik dari Ibu maupun anak- anak yang menitihkan air mata, ketika mendengarkan deskripsi doa kami. Hingga akhir doa kami minta kebesaran dn keikhlasan dari peserta untuk ikut berdonasi menyumbangkan sedikit rejeki buat saudara kita. Terimakasih. Tunggu kami di Indonesia Mendongeng 5