TALKSHOW PENDIDIKAN DI TELEVISI

IMG-20170522-WA0032Hari, tanggal 23 Mei 2017 Dunia dongeng perlahan lahan mengajak saya untuk tampil diberbagi event maupun media. Saat ini saya tampil di Televisi MTA (Majelis Tafsir Al Quran) yang berpusat di Surakarta. Channel televisi ini bisa dinikmati untuk wilayah Soloraya maupun melalui TV Kabel. Kesempatan itu saya bersama Kak Yo dimintai oleh pihak televisi untuk mengisi talkshow pendidikan dengan tema dongeng. Bagi saya ini merupakan pengalaman perdana tampil di televisi dan perasaannya pun gembira. Perasaan grogi dan takut salah saat di depan kamera pasti ada. Makanya modal kuat yang saya siapkan adalah menata pemilihan kata, intonasi, mimik wajah dan suaranya.

Kegiatan yang berlangsung pukul 15.00 WIB ini dipandu oleh Kak firman sebagai pembawa acara. Namun sebelum acara dimulai beliau menjelaskan tentang teknis talkshow seperti arah pandangan mata, intonasi suara yang keras, tidak boleh iklan, tidak boleh menyinggung komunitas dan sebagainya. Acara dimulai dengan pemaparan materi dari Saya dan Kak Yo tentang urgensi dongeng dalam pendidikan karakter. Selang beberapa menit pembawa acara melemparkan pertanyaan secara bergiliran kepada saya dan Kak Yo. Adapun beberapa pertanyaan dari pembawa cara adalah (1) Bagaimana dongeng berpengaruh dalam pendidikan karakter anak, (2) Bagaimana strategi dongeng dalam mentransfer nilai kepada anak, (3) Bagaimana tahapan dongeng untuk mendidik anak sehingga menjadi kebiasaan.

            Acara yang dipancarkan luas diseluruh Indonesia melalui TV kabel ini semakin menarik ketika beberapa pernyataan dari narasumber yang memancing pertanyaan pembawa acara. Setiap argument baru yang dilontarkan saya maupun Kak Yo, pembawa acara selalu memberikan tanggapan, sanggahan, maupun pertanyaan lanjutan. Namun keceriaan talkshow juga terkadang terhenti dengan adanya iklan yang lewat. Acara semakin meriah ketika di akhir acara yaitu pembawa acara memberikan tantangan kepada Kak Yo untuk bermain sulap dan Saya diminta untuk mendongeng tanpa alat peraga. Akhirnya kami berdua menerima tantangan spontan tersebut dengan aksi yang spektakuler. Pembawa acara yang menyaksikan langsung sulap dari Kak yo terheran heran ketika tali yang utuh bisa menjadi putus, kertas bisa hilang dan sebagainya. Puncaknya adalah saat saya menampilkan dongeng dengan judul persahabatan Kera dan Gajah. Cerita tersebut saya kemas dengan permaianan suara, penguatan ekspresi dan dramatisasi adegan. Akhirnya tepat pukul 16.00 WIB acara selesai dan kami menyampaikan pesan kepada orangtua dan guru untuk membumikan kembali dunia dongeng dihadapan anak-anak

Iklan

Inovasi Pendidikan PAUD

Mata kuliah ini mengkaji Berbagai aspek baik secara teoretis maupun empirik berkaitan dengan inovasi maze-where-is-my-headpendidikan. Mata kuliah ini berfungsi untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman dan wawasan yang komprehensif tentang konsep-konsep dan hal-hal yang bersifat praktis yang berhubungan dengan upaya-upaya inovasi pendidikan dan dapat mengaplikasikannya serta memiliki sikap inovatif dalam memajukan dunia pendidikan. Hasil luaran mata kuliah ini adalah berupa video inovasi pendidikan (1) Permaianan inovatif untuk PAUD (2) Medie pembelajaran untuk PAUD.

Berikut ini hasilnya. (klik link nya)

  1. Permainan smart tree PG PAUD Univ. Muhammadiyah Ponorogo
  2. Permainan lempar tangkap bola PG PAUD Univ. Muhammadiyah Ponorogo
  3. Media Pembelajaran Nine Box PG PAUD Univ. Muhammadiyah Ponorogo
  4. Permainan estafet kelereng PG PAUD Univ. Muhammadiyah Ponorogo

 

 

SAFARI DONGENG RAMADHAN 1438H/ 2017

19225755_1701555039858812_7407074290381389217_nRamadhan telah tiba, hore…hore hatiku gembira. Begitulah ungkapan keceriaan anak-anak ketika Ramadhan telah dimana. Dimana kedatangan bulan Ramdahan bersamaan dengan libur akhir semester genap. Jadi kegembiraan anak lengkap sudah. Mereka gembira karena semarak gebyar kegiatan Ramadhan yang sangat menyenagkan. Dimana ada kegiatan TPA, buka bersama, pesantren kilat bahkan mabit (malam bina iman dan taqwa).

Saat ramadhan kini banyak TPQ (Taman Pendidikan Al Quran) yang mulai diaktifkan selama satu bulan penuh. Tujuannya adalah untuk mengajarkan anak-anak tentang belajar membaca, menulis Al Quran. Supaya mereka mendapatkan pahala dan keberkahan dari membaca Al Quran. Alasan lain adalah untuk mengisi waktu hingga sampai adzan Magrib. Makanya jadwal TPA nya pun semakin lama yaitu sampai magrib atau saat buka puasa.

Selama bulan Ramadhan kegiatan TPQ semakin bervariasi, salah satunya adalah kegiatan mendongeng. Seperti halnya yang dilakukan oleh kak Sidik dan Wira untuk menjadi pemateri dalam kegiatan mendongeng sambil berbuka puasa. Tempatnya selalu berpindah-pindah mulai dari Karisidenan Surakarta hingga Provinsi Jawa Timur. Tercatat selama Bulan Ramadhan ini Kak Sidik telah melakukan safari dongeng di 15 titik, sebagaimana terlampir di bawah ini:

  1. Bakti Sosial HMPS PPKn Unmoh Ponorogo
  2. SD 2 jaten Karanganyar Solo
  3. PLB FKIP UNS
  4. Dompet Sedekah Harapan
  5. SD 1 Polan Klaten
  6. SD 2 Ngaru-Aru Boyolali
  7. SD 1 Ngagrong Ampe Boyolali
  8. SD 3 Boyolali
  9. SD 1 Prawit Solo
  10. Yatim mandiri Ponorogo
  11. TPQ Bu Intan Jenangan Ponorogo
  12. TPQ AL Huda Karanganom Klaten
  13. TPQ AL Huda Bibis Wetan Solo
  14. TPQ AL Huda Mojo Laban Sukoharjo
  15. TPQ Baturan Fajar Indah, Solo

 

 

Peran Mahasiswa PG PAUD Dalam Mendukung Gerakan Indonesia Mendongeng

Diterbitkan dalam jurnal INDRIA PG PAUD Unmuh Ponorogo

Mendongeng merupakan salah satu metode pembelajaran tertua yang pernah ada. Keberadaannya cukup efektif dalam menumbuhkan nilai maupun karakter kepada anak didik. Mengingat keberhasilan dongeng tersebut maka muncullah gerakan Indonesia Mendongeng. Sebuah gerakan yang ingin membumikan kembali dongeng di Nusantara. Dalam pelaksanaannya tentu membutuhkan peran serta dari beberapa pihak. Salah satu pihak yang dapat diajak adalah mahasiswa PG-PAUD yang mana mereka nantinya akan menjadi guru PAUD dan dituntut untuk bisa mendongeng. Pelibatan mahasiswa dengan beberapa pertimbangan bahwa mereka memiliki idealisme yang kuat, semangat juang yang tinggi, jaringan relasi yang banyak, serta tanggung jawab dan peduli. Peran serta mahasiswa dalam mendukung gerakan Indonesia mendongeng di antaranya dengan mengadakan seminar/ pelatihan/ workshop dongeng, membangun komunitas pencinta dongeng, serta mengadakan lomba dongeng semua kalangan

Keywords:Role of Students, PG-PAUD, Storytelling, Indonesia Storytelling

Download artikel disini

Peningkatan Nilai-Nilai Karakter Dengan Metode Mendongeng CAS CIS CUS Di BA Aisyiyah Kaponan 2 Ponorogo

Diterbitkan dalam jurnal Nonformal Education UNNES semarang

Tujuan penelitian ini adalah melihat pelaksanaan mendongeng CAS CIS CUS dan peningkatan nilai karakter di BA ‘Aisyiyah Kaponan 2 Ponorogo. Penelitian ini dilaksanakan dengan subjek sejumlah 18 peserta didik. Metode penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas. Prosedurnya meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Sumber data berupa informan, tempat dan peristiwa, dokumen dan arsip. Metode pengumpulan data dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Uji validitas data yang digunakan dengan teknik triangulasi. Data dianalisis dengan menggunakan model deskriptif komparatif.       Hasilnya pada kegiatan mendongeng dibagi menjadi 3 tahapan yaitu CAS CIS CUS. CAS (Cipta Aksi Super) sebagai sarana untuk membuka dongeng, CIS (Cipta Inspirasi Super) sebagai inti dari pelaksanaan dongeng, dan CUS (Cipta Usulan Super) sebagai penutup dongeng. Pada pra siklus nilai karakter kecintaan terhadap Tuhan yang mulanya 68,8% pada siklus I menjadi 75%, dan pada siklus II 87,5%. Nilai disiplin anak pada kondisi awal 62,5% meningkat menjadi 68,8% dan akhir siklus II mencapai 93,8%. Nilai kemandirian terus meningkat dari 68,8% lalu 81,3% dan menjadi 93,8%. Nilai kerjasama bermula dari 56,3% pada siklus I menjadi 75% dan siklus II menjadi 81,3%. Tanggungjawab pada keadaan awal 56,3% berubah menjadi 68,8% serta siklus II menjadi 87,5%.

Kata Kunci: Nilai Karakter, Dongeng CAS CIS CUS, Anak Usia Dini

Download full artikel disini

Penggunaan Metode Read Aloud Untuk Mendongeng Pada Anak Usia Dini

Disampaikan dalam jurnal AUDI jurnal PG PAUD Univ. Slamet Riyadi Surkarta

Pendidikan anak usia dini diharapkan mampu memberikan pelayanan yang dapat menstimulasi perkembangan bahasa, sosial emosional, kognitif, fisik motorik, moral dan seni. Bahasa sebagai salah satu perkembangan yang penting dalam menunjang aktivitas anak seperti membaca, menulis, menceritakan gambar, maupun menyampaikan pendapat. Adapun salah satu indikator perkembangan kemampuan berbahasa adalah berkomunikasi secara lisan anak, mampu mendengarkan dan menceritakan kembali cerita secara runtut. Kegiatan tersebut dapat dilakukan sama halnya seperti mendongeng. Efektivitas dongeng untuk stimulasi perkembangan anak usia dini telah terbuktikan dalam beberapa penelitian. Berpijak pada asumsi tersebut, maka budaya mendongeng dapat ditularkan kepada anak usia dini. Dalam penyampaiannya diperlukan metode yang efektif sesuai dengan perkembangan anak. Anak usia dini khususnya Taman kanak-kanak (TK) dapat diperkenalkan dengan metode Read Aloud yang secara umum artinya membaca nyaring. Secara kompleks metode tersebut membacakan cerita/ dongeng di buku bergambar dengan suara yang nyaring, sehingga dapat membantu memfokuskan perhatian serta menimbulkan pertanyaan-pertanyaan dan merancang diskusi. Metode Read Aloud menggabungkan unsur gambar dan suara yang dipastikan menarik bagi anak sehingga mempermudah bagi guru dalam merangsang keterampilan berbicara atau berbahasa pada anak.

Kata kunci: Read Aloud, Mendongeng, Anak Usia Dini.

Full teks nya disini

Konsep Dasar PAUD

downloadPendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah pendidikan yang memberikan pengasuhan, perawatan, dan pelayanan kepada anak Usial Lahir sampai 6 tahun. Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki sekolah dasar dan kehidupan tahap berikutnya.

Anak adalah manusia kecil yang memiliki potensi yang masih harus dikembangkan. Ia memiliki karakteristik  yang  khas dan  tidak sama dengan orang dewasa serta akan berkembang menjadi manusia dewasa seutuhnya. Dalam hal ini anak merupakan seorang manusia atau individu yang memiliki pola perkembangan dan kebutuhan tertentu yang berbeda dengan orang dewasa. Anak memiliki berbagai macam potensi yang harus dikembangkan. Meskipun pada umumnya anak memiliki pola perkembangan yang sama, tetapi ritme perkembangannya akan berbeda satu sama lainnya karena pada dasarnya anak bersifat individual.

Konsep Dasar PAUD adalah mata kuliah wajib dalam Pendidikan Anak Usia Dini. Dalam perkuliahan ini akan membahas tentang garis besar PAUD, hakikat, pengertian, fungsi, sejarah, teori-teori, perkembangan anak usia dini, hakikat belajar anak usia dini, pembelajaran anak usia dini, kelembagaan, pendidikan inklusi, kecerdasan majemuk, problem pengembangan AUD.

Daftar Referensi yang bisa digunakan

  • Getstwicki, Carol. 2007. Developmentally Appropriate Practice. Curriculum and Development In Early Education. Canada : Thomson Delmar Learning.
  • Santoso, Soegeng.(2000). Problematika Pendidikan dan Cara Pemecahannya. Jakarta : Kreasi Pena Gading.
  • Suryanto, Slamet.(2005) Dasar-Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Yogyakarta : Hikayat Publishing
  • Yuliani Nurani Sujiono. (2009). Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini,. Jakarta : PT Indeks

LAMPIRAN

  1. Materi Kuliah dasar dasar PAUD 1-6
  2. Materi Kuliah dasar-dasar PAUD pertemuan 7- End